BaraJP Francis Sampaikan Pengalaman Mengatasi Impor Meroket INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » BaraJP Francis Sampaikan Pengalaman Mengatasi Impor Meroket

BaraJP Francis Sampaikan Pengalaman Mengatasi Impor Meroket

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 01 Desember 2015 | 21.21

BaraJP Francis bertemu dengan Jokowi di Hotel Westin Paris, Selasa (1/12) pagi waktu Paris. Ketua BaraJP Francis Dr Sri Damayanti Manullang (samping kanan Presiden Jokowi), menyampaikan pengalaman Francis mengatasi impor yang meroket dan ekspor yang menurun. (Ist) 
PARIS - INDEPNEWS.Com : Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Francis menyampaikan pengalaman Negeri Napoleon itu ketika tahun 2003 mengalami penurunan ekspor yang bersamaan dengan kenaikan impor.
            
Pemerintah Francis menugaskan banyak ilmuwan untuk meneliti penyebab dan mencari solusi. Lahirlah economic intelligence atau competetive intelligence (CI) yang kemudian menjadi kebijakan nasional.
             
Hal itu disampaikan Ketua BaraJP Francis, Dr Sri Damayanti Manullang, kepada Presiden Jokowi, dalam pertemuan di Hotel Westin, Paris, Selasa (1/12) pagi waktu Paris.
            
Sri Damayanti, kepada Jokowi mengungkapkan, CI menjadi solusi ampuh untuk Francis. Bahkan Amerika kemudian mengembangkan CI, juga berbagai negara-negara Eropa. "CI-nya Malaysia dirancang ahli-ahli Indonesia," kata Sri.
            
Banyak ilmuwan Indonesia lulusan Francis yang sudah ahli dalam CI. "Vietnam sudah mengundang kami untuk memberi pelatihan CI, mereka ingin mengembangkan ekspor," ujar Sri kepada Presiden Jokowi.
            
CI memberi solusi, yang dalam kebijakan nyata bukan hanya imbauan. Harga cabe yang selalu merosot saat musim panen sehingga perlu diolah menjadi cabe kering, bukan hanya memberi imbauan kepada petani, tetapi memberi tahu alamat pembeli serta spesifikasi yang diterima.
            
"CI memberi informasi jadi, yang jika dilaksanakan bukan hanya imbauan kosong. Banyak imbauan kepada petani menanam komoditas tertentu, tetapi kemudian mentog di pemasaran. CI memberi informasi jadi," katanya.
            
Presiden Jokowi menyambut baik rencana BaraJP mendirikan Indonesia Institute of Competitive Intelligence (IICI), sebagai lembaga yang akan memasyarakatkan CI agar dapat dimanfaatkan semua kalangan. "Detail sokongan untuk lembaga ini kita bicarakan di Jakarta," ujar Presiden Jokowi.
            
Ketua BaraJP Belanda, Renata Manalu, juga bergabung dengan BaraJP Francis, Alijullah Hasan Yusuf, Mega de Rugi, Gunawan, Suryati, Eva Yanty, dan Sri Damayanti.
            
Presiden Jokowi juga setuju untuk memberi kata pengantar dalam tiga buku tentang CI yang dalam waktu dekat diterbitkan BaraJP. "Apa saja pengalaman negara lain yang baik untuk bangsa kita, kita harus pelajari," ujar Presiden. (dd)

Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved