Nency Aroean Korban Pengeniayaan, Kecewa dengan Kinerja Polres Jakarta Utara INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Nency Aroean Korban Pengeniayaan, Kecewa dengan Kinerja Polres Jakarta Utara

Nency Aroean Korban Pengeniayaan, Kecewa dengan Kinerja Polres Jakarta Utara

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 30 September 2015 | 14.26

Korban Nency SR Aroean (BE) 

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Wanita korban pengeniayaan, Nency SR Aroean (39) warga Jalan Mundu Blok L No.23 RT007/RW012, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kecewa dengan kinerja penyidik Polres Jakarta Utara yang dinilai tidak serius menanggapi laporan polisinya bernomor TBL/367/K/II/2014/PMJ/RESJU tertanggal 19 Februari 2014 lalu, meski dirinya sudah mengalami cacat secara permanen, hidung patah dan luka sobek akibat pengeniayaan yang dilakukan kakak kandungnya sendiri, Roy RS Aroean.


Nency SR Aroean saat dirawat di RSUD Koja (BE)  
Akibat pengeniayaan itu, korban sampai sekarang masih terasa ngilu dan nyeri di bagian wajah, terutama di sekitar hidung dan mengalami kerontokan rambut, karena sudah lebih setahun mengkonsumsi obat dokter yang keras baik antibiotik maupun penghilang rasa sakit, termasuk dibagian kepala yang ditumbuhi rambut pun masih terasa sakit ketika menyisir atau menggaruk kepala.  “Kalau saya nangis aja juga terasa sakit seperti nyeri dikepala dan susah bernafas dan sampai sekarang pun bekas luka diwajah saya tidak hilang sudah jadi cacat permanen,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (20/9/2015) lalu.


Foto Nency SR Aroean sebelum dianiaya (fb) 
Korban menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika ada kumpul keluarga sambil mengobrol seputar urusan keluarga, termasuk pelaku dan istrinya yang pada akhirnya antara korban dan istri pelaku sempat terjadi selisih paham. Lalu tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba pelaku melayangkan pukulan kearah wajah yang mengakibatkan kaca mata korban pecah dan mengalami luka sobek dan tulang hidung patah, sehingga dirinya terpaksa harus menjalani perawatan selama 10 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja Jakarta Utara. “Saya sempat jalani perawatan selama 10 hari, karena kepala saya langsung pusing akibat pukulan itu dan tulang hidung saya patah dan luka sobek menganga,” terangnya.

Namun anehnya lanjut korban, sudah berjalan hampir selama 1,5 tahun lebih (19 bulan) laporan pengeniayaannya korban di Polres Jakarta Utara sampai sekarang tidak berjalan lagi terkesan sudah distop dan tidak ada perkembangan lebih lanjut. Bahkan, dirinya keberatan dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang ke-3 pada tanggal 7 Januari 2014 yang isinya dikatakan tidak ada barang bukti. “Padahal saya pada 29 Desember 2014 itu jelas-jelas datang ke Polres diantar sama tetangga saya Ronny untuk melengkapi barang bukti, diantaranya berupa foto dan pada SP2HP yang ke-7 juga tetap dikatakan tidak ada barang bukti, meski wajah saya sudah cukup jelas buktinya,” ungkapnya.

Masih kata korban, untuk saksi sudah dilengkapi diantaranya, Billy Willyam obyek dari pokok permasalahan, Rasja warga RT007 dilokasi kejadian, Ny. Karoline seorang Guru SMPN-84 Jakarta Utara, Ronny tetangga dan anak saya Angelica Immanuella yang juga melihat langsung peristiwa pemukulan itu. “Tapi sampai sekarang, saya masih bingung kenapa dari laporan saya itu, pihak kepolisian tidak bisa memproses perbuatan pidana pelaku yang sudah dengan nyata melakukan pengeniayaan terhadap saya hingga harus menjalani perawatan dan mengalami cacat secara permanen yang sampai sekarang pun masih saya rasakan,” katanya.

Ditambahkan korban, dirinya sangat kecewa dan merasa tidak mendapatkan keadilan yang katanya Negara kita merupakan Negara hukum, tapi pada kenyataannya apa yang saya alami ini sampai sekarang rasa keadilan dan sebagai Negara hukum itu tidak dapat dirasakan. “Kejadiannya nyata, saksi ada dan bukti nyata akibat perbuatan pelaku hingga saya harus menjalankan perawatan di Rumah Sakit selama 10 hari ada, tapi tetap pelaku tidak bisa diproses secara hukum dan sampai sekarang tidak jelas akhirnya,” tandasnya. (Idr-Ags/BE/inc) 
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved