MA Tidak Permasalahkan Sumpah Advokat INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » MA Tidak Permasalahkan Sumpah Advokat

MA Tidak Permasalahkan Sumpah Advokat

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 15 Agustus 2015 | 22.38

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Permasalahan organisasi advokat tidak kunjung menemui titik penyelesaian dan semakin rumit saja, sebelum satu permasalahan selesai muncul lagi permasalahan lainnya, seperti itu lah kira – kira sebagai gambaran permasalahan organisasi advokat dari masa ke masa hingga saat ini. 

Sebelumnya telah terjadi pertikaian antara organisasi advokat antara Peradi dan Kongres Advokat Indonesia, keduanya saling klaim sebagai wadah tunggal yang sah dan diakui oleh pemerintah, sehingga atas adanya pertikaian tersebut Mahkamah Agung Republik Indonesia mengeluarkan SKMA 089 tahun 2010 yang isinya hanya mengakui Peradi saja sebagai wadah tunggal organisasi advokat. 

Mahkamah Agung Republik Indonesia mengeluarkan SKMA 089 dan SKMA 052 berdasarkan adanya kesepakatan pada waktu itu antara Ketua Umum Peradi DR. Otto Hasibuan dengan Ketua Kongres Advokat Indonesia yang diwakili Presidennya Indra Sahnun Lubis, SH, MH. Pada tanggal 24 Juni 2010, sehingga atas dasar kesepakatan itu Mahkamah Agung Republik Indonesia mengeluarkan SKMA 089 dan SKMA 052. 

Akibatnya, setelah keluarnya SKMA 089 dan SKMA 052, banyak advokat dari Kongres Advokat Indonesia yang tidak memiliki Berita Acara Sumpah Ketua Pengadilan Tinggi tidak bisa beracara karena terjegal oleh para hakim yang beracuan pada SKMA 089 dan SKMA 052. 

Seiring berjalannya waktu, perseteruan antara Peradi dengan Kongres Advokat Indonesia belum menemukan titik penyelesaian, Peradi yang dahulunya mengklaim sebagai wadah tunggal kini terjadi perpecahan, ada Peradi versi Juniver Girsang dan ada yang versi Fauzie Yusuf Hasibuan, sehingga atas pecahnya Peradi ini banyak calon advokat Peradi yang telah selesai magang masih kebingungan dan penuh kecemasan karena masih belum dilantik. 

Bahkan pecahnya organisasi advokat ini tidak hanya terjadi pada Peradi saja, sebelumnya telah terjadi perpecahan pula pada organisasi advokat Kongres Advokat Indonesia yaitu versi Tjoetjoe Sandjaja Hernanto dan versi Indra Sahnun Lubis. Atas kekisruhan organisasi advokat ini membuat Mahkamah Agung Republik Indonesia tidak ambil pusing, bahkan Mahkamah Agung tidak mempermasalahkan jika organisasi advokat nantinya menjadi multibar serta khususnya mengenai sumpah advokat Mahkamah Agung mempersilahkan bila tidak dilakukan dihadapan Ketua Pengadilan Tinggi alias dilakukan oleh organisasinya, saat dikonfirmasi ke Prof. Takdir Rahmadi selaku Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung secara tegas ia menyatakan bahwa Mahkamah Agung RI tidak berkepentingan untuk mempertahankan bunyi pasal 4 ayat (1) mengenai penyumpahan Advokat. (AP)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved