Strategi Besar XL Pasca Ditinggal Hasnul Suhaimi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Strategi Besar XL Pasca Ditinggal Hasnul Suhaimi

Strategi Besar XL Pasca Ditinggal Hasnul Suhaimi

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 03 April 2015 | 08.23

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Operator seluler XL Axiata baru saja mengganti pucuk pimpinannya. Tantangan berat kini ada di pundak Dian Siswarini yang harus membuktikan diri sepeninggal Hasnul Suhaimi yang telah banyak menorehkan kisah sukses selama kepemimpinannya.

Tentu bukan perkara mudah bagi Dian untuk menjadi President Director & CEO XL Axiata yang baru. ‎Pasalnya, operator ini sudah terlalu identik dengan Hasnul. Ada stigma di pasar yang mengatakan, XL itu Hasnul, dan Hasnul itu XL.

‎Dian sendiri mengakui hal itu. Di bawah kepemimpinan Hasnul sejak 2006, XL menurutnya, sukses bertransformasi dari 'small number three becoming strong number two.'

Wanita yang meniti karir di XL selama lebih dari 19 tahun itu pun sadar bahwa sulit untuk menggeser Telkomsel dari posisi puncak dalam waktu dekat. Namun kesempatan akan selalu ada dan harus dimanfaatkan secara maksimal, apalagi memasuki era data digital.

‎Alhasil, sejumlah langkah strategis pun telah disiapkan Dian untuk melanjutkan keberhasilan yang telah diraih XL selama ini. Strategi itu telah disiapkan sejak Dian masih dibimbing Hasnul dalam tiga tahun terakhir untuk menggeluti digital services.

Jika di masa awal kepemimpinan Hasnul XL menerapkan strategi akuisisi dengan mengedepankan tarif. Strategi ini berhasil membawa XL menaikkan jumlah pelanggannya hingga lima kali lipat dan EBITDA naik tiga kali lipat.

"Tahun 2007 marketshare XL hanya 11% saat itu, dengan memainkan low price high volume XL berhasil meningkatkan jumlah pelanggan lima kali lipat," jelas Dian.

Namun menurutnya, jika strategi tersebut diterapkan lagi saat ini sudah tidak relevan mengingat pada saat itu penetrasi market masih rendah, kebutuhan pelanggan belum banyak dan layanan yang ada hanya voice dan SMS sehingga strategi akuisisi dengan mengedepankan harga yang murah bisa berhasil.

Untuk itu dalam melanjutkan kepemimpinan perusahaan Dian akan mengubah model bisnis XL dari acquisition based menjadi profitability focused model. Model bisnis yang mengedepankan profitabilitas buat pelanggan dinilai lebih cocok mengingat kebutuhan pelanggan lebih beragam.

"Sekarang ini segmented approach harus dikedepankan karena kebutuhan pelanggan berbeda-beda, tidak sama dengan eranya voice dan SMS dimana kebutuhan masing-masing pelanggan relatif sama," ungkap Dian.

Dalam menerapkan model bisnis baru tersebut Dian membaginya ke dalam tiga tahapan. Tahap pertama menurut dian dengan mengoptimalkan core business. Di tahap pertama XL akan me-revamp portofolio produk dan tarifnya serta me-realiansi jalur distribusi tradisional.

Di tahap kedua dual brand strategi XL dan Axis menjadi strategi utama dalam meningkatkan value ladder. Di tahap ini juga dilakukan transformasi jaringan distribusi dengan modern channels serta digitalisasi operasi bisnis.

Sementara itu long term value creation dengan new business menjadi objective dari pemilihan model bisnis ini sekaligus menjadi tahap terakhir.‎

"Itu sebabnya kami mempertahankan dua brand dengan tidak 'membunuh' Axis. Bukannya kami tidak kapok atau tidak belajar dari kejadian dulu waktu kita punya tiga brand seperti Jempol, Bebas, dan Xplor, tapi kami kalau mau fokus untuk melayani dua segmentasi pasar yang berbeda memang harus punya dua brand berbeda," papar Dian.

Menurutnya, XL nantinya akan lebih melayani segmen pengguna data kelas menengah ke atas, dan Axis akan lebih fokus untuk melayani pengguna voice dan SMS ‎yang sedikit menggunakan data. (Achmad Rouzni Noor/detik/inc)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved