Puluhan Elemen Relawan Jokowi Desak ''Reshuffle'' INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Puluhan Elemen Relawan Jokowi Desak ''Reshuffle''

Puluhan Elemen Relawan Jokowi Desak ''Reshuffle''

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 23 April 2015 | 02.10

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Puluhan elemen Relawan Jokowi yang berkumpul menyatukan pendapat bagaimana mengawal Tri Sakti dan Nawacita, mendesak Jokowi segera mengadakanreshuffle, agar kinerja Kabinet Kerja sesuai harapan rakyat.
            
"Sumber masalah adalah kualitas menteri yang jauh dari harapan, lalu diperburuk komunikasi tidak baik antara pemerintah dengan partai pengusung," kata Ramboen Tjahjo dari Seknas Jokowi, dalam silaturahmi 31 elemen Relawan dengan PDI Perjuangan, di Jakarta Sabtu (18/4).
            
Soal "penumpang gelap," disampaikan Kasino dari Alumni Perguruan Tinggi. Apabila sinyalemen ini benar, maka Jokowi harus "membersihkan" mereka melaluireshuffle kabinet. Popularitas yang terus merosot sudah bukti valid, ada yang tidak beres.
            
"Harga-harga barang kebutuhan terus naik, daya beli masyarakat menurun drastis. Pada saat bersamaan, popularitas Jokowi-JK terus menurun. Ini mengkhawatirkan, perlu langkah konkret," kata Hendrik Sirait dari Almisbat.
            
Ke-31 perawakilan elemen Relawan yang hadir, selih-berganti memberi pendapat. Pendapat utama, bagaimana mengawal pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas menteri. Maka yang tidak kompeten, harus diganti.
            
"Sampai sejauh ini, dua pendapat yang terus mengemuka, yaitu soal reshuffledan dugaan adanya 'Trio Macan' menjalankan agenda sendiri yang malah membahayakan Jokowi," kata Sihol Manullang dari BaraJP, yang bertindak sebagai moderator.
            
Deddy Sitorus dari PDI Perjuangan, memberi telaah terhadap situasi terkini. Ada upaya pihak tertentu merusak hubungan baik antara Relawan dengan Jokowi, Relawan dengan partai pengusung, juga antara Jokowi dengan partai.
            
"Bagi PDI Perjuangan, pemerintahan Jokowi JK adalah soal hidup mati. Kalau Jokowi gagal, kesalahan utama dialamatkan kepada PDIP sebagai pengusung utama. Maka keberhasilan Jokowi adalah harga mati," tegasnya.
            
PDIP memandang, hubungan baik dengan pemerintah harus berdasar gagasan besar memajukan rakyat melalui program Nawacita. PDIP juga memandang Relawan sebagai kekuatan yang jangan dikooptasi, justru didorong dalam posisi membela Jokowi.
            
"Sudah ada eksperimen membenturkan Relawan dengan PDIP, namun ternyata gagal. Relawan juga memiliki kesadaran dan kepekaan sendiri, sehingga upaya semacam itu justru melecehkan Relawan karena menyangka Relawan tidak punya daya analisis," kata Amar, Alumni (ITB).
            
"Tidak banyak waktu lagi buat Jokowi untuk segera membenahi situasi. PDIP pun jangan lagi menunggu terlalu lama, bagaimana sebagai pemenang pemilu harus pr      oaktif mengembalikan kepercayaan rakyat," ujar Roy Maningkas dari BaraJP.
      
Kasino mengusulkan pertemuan antara Relawan dengan Megawati Soekarnoputri, supaya Relawan mendengar langsung bagaimana PDIP mengawal Jokowi. "Ini bukan soal kooptasi, tak ada kaitan dengan itu, tapi bagaimana mengawal Jokowi," tandasnya.
            
Adian Napitupulu (Pospera), berpendapat sama dengan Kasino. Bukan hanya dengan Megawati, juga mengundang anggota Kabinet Kerja, supaya Relawan bisa mendengar klarifikasi atas kinerja yang memperburuk perekonomian.
            
Semua elemen Relawan sepakat menjalin komunikasi intensif, agar kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi naik kembali. (dd)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved