Mahkamah Agung Tidak Patuh Hukum Advokat KAI Dipermasalahkan Sumpahnya INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Mahkamah Agung Tidak Patuh Hukum Advokat KAI Dipermasalahkan Sumpahnya

Mahkamah Agung Tidak Patuh Hukum Advokat KAI Dipermasalahkan Sumpahnya

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 03 April 2015 | 07.05

Ach. Supyadi, SH, Praktisi Hukum/Advokat
INDEPNEWS.Com : Opini ini dipaparkan oleh saya ACH. SUPYADI, S.H. Selaku Advokat / Pengacara & Konsultan Hukum yang secara prosedur memiliki legal standing untuk beracara baik di dalam maupun di luar pengadilan, namun demikian, terkait dengan profesi rekan - rekan advokat / pengacara khususnya yang dibawah naungan Kongres Advokat Indonesia (KAI) masih sesekali mendapatkan keraguan dari para hakim di beberapa pengadilan, hal tersebut dikarenakan ke-advokatan / ke-pengacaraan rekan - rekan yang berada dibawah  naungan KAI hanya beracuan pada Berita Acara Sumpah dari organisasi advokat, yakni KAI dan tidak dari Pengadilan Tinggi.

Dengan demikian, tidak jarang saya selalu membela rekan - rekan advokat dari KAI dengan menghadapi perdebatan sengit terhadap para hakim yang menyoal tentang berita acara sumpah advokat KAI, yang mana para hakim tersebut saya anggap tidak mematuhi aturan hukum yang ada atau bahkan bisa saja para hakim ini tidak memahami sama sekali tentang prosedur hukum megenai sumpah advokat.

Acuan para hakim yang mempermasalahkan berita acara sumpah advokat KAI ini beracuan pada Surat Edaran Mahkamah Agung No. 089/KMA/VI/2010 tanggal 25 Juni 2010 yang dijelaskan kembali oleh Mahkamah Agung pada SEMA No. 052/KMA/HK.01/III/2011. Dan atas dalil acuan para hakim tersebut saya sangat menentang dan atas dasar adanya ketidak adilan ini saya akan terus melawan sampai keadilan itu ada bagi advokat yang berada dibawah naungan KAI.

Karena SEMA No. 089/KMA/VI/2010 tanggal 25 Juni 2010 dan SEMA No. 052/KMA/HK.01/III/2011 adalah suatu bentuk edaran yang bersifat himbauan dan bukan merupakan suatu ketetapan hukum yang mengikat, sehingga edaran semacam itu tidak dapat dijadikan acuan oleh para hakim, harusnya para hakim memahami bahwa edaran Mahkamah Agung yang demikin merupakan cermin suatu institusi hukum yang disebabkan oleh ulah oknum pipimpinan pada institusi tersebut tidak patuh hukum.

MA dan para hakim ini telah melangkahi lembaga berwenang yang telah menjadi ketetapan hukum dan itu setara dengan Undang - Undang yakni putusan MK nomor 101/PUU-VII/2009 tanggal 30 Desember 2009 (“Putusan MK No. 101”) tentang sumpah advokat yang tidak dimaknai suatu kewajiban, yang dengan demikian secara otomatis menurut Azas hukum, yaitu berlaku “Lex Superior Derogat Legi Inferiori” atau peraturan yang diatas mengesampingkan aturan yang berada dibawahnya (Putusan MK No. 101 otomatis menyampingkan SEMA), tetapi aturan hukum ini sama sekali tidak diindahkan oleh MA dan ironinya diikuti oleh hakim - hakim di beberapa pengadilan dengan cara membangkang terhadap putusan MK No. 101. (Ach. Supyadi, S.H. / Praktisi Hukum/Advokat)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved