Batu Akik Jadi Trading Topik INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Batu Akik Jadi Trading Topik

Batu Akik Jadi Trading Topik

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 12 April 2015 | 07.31

OPINI - INDEPNEWS.Com : Batu akik di era sekarang ini sudah menjadi primadona masyarakat Indonesia. Batu yang dulunya identik dengan orang tua dan mistis, tetapi masyarakat sekarang sudah terhipnotis serta digandrungi para pecinta Hip Hop.

Artinya kecintaan pada batu yang biasa di sebut Akik sudah lintas generasi serta gender. Hampir di setiap tempat di kota di daerah bahkan ke pelosok - pelosok desapun terlihat penjual batu akik membuka lapaknya.

"Yang mengherankan setiap tempat pasti banyak yang mengerumuninya. Fenomena Akik ini memang tidak terbantahkan menjadi 'virus' di Indonesia. Seakan selalu menjadi trading topik, di setiap tempat orang berkumpul, seakan hanya ingin membahas jenis batu warna-warni nya.

Dengan boomingnya akik seharusnya pemerintah lebih bijak dalam menyikapinya. Karena ini sebuah peluang, mengingat Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia perakikan.

Tersebar di seluruh daerah, misalnya Kalimantan, Sumatera, Jawa dan hampir semua daerah di nusantara ini memiliki kandungan mineral bebatuan.

Jika fenomena ini dibiarkan dan tidak dikelolah dengan baik, bukan tidak mungkin pancaran sinar akik akan meredup seiring menurunnya jumlah peminat.

Memang sudah banyak digelar event yang berhubungan dengan akik, seperti pameran akik, lomba memoles batu dan lain sebagainya. Namun, jika hanya seperti itu kualitas akik tidak bisa maksimal.

Contoh Negara tetangga kita Thailand. Negara ini seakan menjadi rujukan masyarakat dari penjuru dunia untuk mencari batu akik. Mereka menyediakan tempat istimewa untuk menjual akik.

Di Gems Gallery International, pusat penjualan batu permata di kawasan Pharam 6 (Hok), Bangkok, pecinta batu akik akan dimanjakan. Masyarakat bisa melihat proses pencarian hingga pembentukan batu akik melalui mini theatre. Setelah itu, pengunjung diperbolehkan melihat proses pembuatan perhiasan yang bertahtakan batu mulia ini.

Dan yang menarik hampir setiap hari ada warga Indonesia yang berbelanja batu akik. Apalagi saat akhir pekan. Memang, tempat ini menyediakan berbagai bentuk perhiasan akik dengan kualitas istimewa. Tidak hanya itu, pembeli juga akan mendapat sertifikat bukti keaslian batu tersebut. Menjadi bukti Indonesia memiliki batu akik bertarap Internasional."

Bahkan ada salah satu pengunjung yang mengaku membeli karena yakin modelnya tidak ada di Indonesia. Padahal bahan baku yang diproses di tempat ini berasal dari Indonesia yakni dari Pacitan, Jawa Timur.

Bandingkan dengan tempat penjualan batu akik yang umum di Indonesia. Hanya sebuah lapak dan yang paling bagus sentra pasar akik. Padahal jika perhiasan ini di pajang di sebuah mall harganya pasti selangit.

Ini menjadi bukti bahwa kita tidak bisa hanya tergantung pada Sumber Daya Alam (SDA) saja. Butuh proses kreatif agar SDA ini potensinya bisa dimaksimalkan.

Meskipun, sebelum batu akik booming di Indonesia, jelas Thailand sudah menguasai pasar batu permata di Hollywood, Amerika Serikat. Tapi ironisnya bahan bakunya, sekali lagi, dari Pacitan.

Karenanya butuh proses, maka pemerintah harus memberi dukungan kepada kreatifikator batu akik agar terwujud SDM yang berkualitas

Jika tidak kita akan tergilas dan nanti kita bisa hanya mampu menjual bahan baku saja. Bukan tidak mungkin nantinya setelah diproses, bahan ini akan dijual kembali ke Indonesia. Dan bukan tidak mungkin kekhawatiran banyak pihak jika Indonesia akan menjadi pasar bagi negara lain akan terbukti.

Apalagi tinggal hitungan bulan kran pasar bebas ASEAN akan dibuka.

Selama ini pemanfaatan batu akik di Indonesia didominasi aksesoris berupa cincin, itu pun bentuknya mayoritas bulat. Dan harganya juga tak terlalu mahal, hanya batu jenis tertentu yang mahal. Apalagi diiringi cerita mistis dalam batu ini. Cerita mistis, artinya proses kreatif akan mampu mendongkrak nilai sebuah barang.

Penulis: Ayubdin Nasution,
Wartawan INDEPNEWS.Com Biro DKI Jakarta
Intinya Jika setiap Pemeritah daerah memberikan dukungan baik suntikan modal para pelaku ekonomi kretif batu akik secara otomatis Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan bisa terbantu.

Dan kemungkinan akan semakin banyak industri kreatif otomatis dapat menurunkan angka pengangguran

"Kesimpulanya, semoga saja fenomena ini bisa ditangkap oleh pemerintah dan dikelolah dengan bijak. *** 
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved