BaraJP: Saatnya Ahok Buka Nama Anggota DPRD yang Terlibat INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » BaraJP: Saatnya Ahok Buka Nama Anggota DPRD yang Terlibat

BaraJP: Saatnya Ahok Buka Nama Anggota DPRD yang Terlibat

Ditulis Oleh redaksi Senin, 13 April 2015 | 01.51

Birgal Sinaga (berdiri di kursi), Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Kepulauan Riau, ikut orasi di Bundaran HI Minggu (12/4). Birgal Didampingi Maria Astuti Rusia dan Afing Manamping Siregar (Ist)
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Gubernur Ahok sudah saatnya membuka nama-nama anggota DPRD DKI yang terlibat  "menyelundupkan" anggaran siluman Rp 12,1 triliun. Saatnya bukan retorika dan tuduhan kosong, tetapi Ahok harus sebut nama yang terlibat.
           
"Menghindari pencemaran nama baik, Ahok bisa kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengungkap nama-sama yang terlibat," tegas Vivi Evilia, Ketua Srikandi Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), saat menggalang aksi dukungan buat Ahok, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (12/4) pagi.
       
Ke 7 kali, BaraJP kembali menggalang dukungan tanda tangan masyarakat di atas spanduk bergambar Ahok. Hingga kini, BaraJP sudah mengoleksi 240 lembar (total sepanjang 1,2 kilometer).
           
Vivi mengatakan, dari sisi perkembangan opini di masyarakat, sudah lama tidak ada informasi baru. Hal ini membuat pemberitaan media massa hanya mengulang-ulang topik yang sama, namun tidak ada substansi baru. Ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat pendukung bahkan anti Ahok sekalipun.
           
Awalnya, pemberitaan soal anggaran siluman Rp 12,1 triliun, kemudian Ahok diadukan ke Bareskrim Polri, berlanjut dengan pembentukan panitia hak angket di DPRD DKI Jakarta. "Apakah anggaran siluman memang ada, Ahok tidak ungkap nama," kata Vivi.
           
"Masyarakat sudah bosan dengan isu yang itu-itu juga. Maka sebagai pendukung Ahok, kami meminta agar Ahok mengungkap nama-nama anggota DPRD yang terlibat. Kalau ada pegawai Pemda DKI yang ikut serta, ungkap juga," kata Vivi.
           
Jika Ahok tidak membuka nama, akan mempengaruhi opini/persepsi publik terhadap Ahok sendiri. Maka pilihan tunggal untuk Ahok sekarang ini, adalah mengungkap nama-nama yang terlibat.
           
"Kalau memang punya bukti namun Ahok tak mau membuka ke publik, maka jangan terbaik adalah memberi petunjuk (clue) ke KPK. Beri tahu ke publik, nama-nama sudah diserahkan ke KPK," papar Vivi. (dd)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved