Antara Globalisasi dan Nasionalisme INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Antara Globalisasi dan Nasionalisme

Antara Globalisasi dan Nasionalisme

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 17 Maret 2015 | 21.06

Tondi Nasution (An)
INDEPNEWS.Com : Era globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa - bangsa di seluruh dunia.

Pengaruhnya pun akan akan bedampak terhadap nilai, budaya, ekonomi, sosial dan nasionallisme. Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda. Arus globalisasi tidak bisa disangkal begitu cepat merasuk ke dalam tatanan masyarakat terutama di kalangan generasi muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat, sehingga membuat banyak anak muda kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.

Hal ini di tunjukkan dengan gejala - gejala yang muncul dalam kehidupan sehari – hari, tanpa di sadari para generasi muda khususnya rawan terkontaminasi. Baik gaya berpakaian, berintraksi serta tatakrama lebih dominan mengadopsi budaya Barat.

Contoh berpakaian yang minim transparan dengan sengaja memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal cara berpakaian tersebut jelas - jelas tidak sesuai dengan norma-norma agama, budayaan sebagai orang timur kesannya agar terlihat Moderen.

Lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Bukan sedikit lagi dimana para generasi muda mengabaikan nilai nilai budaya bangsa dengan gaya pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Jadi globalisasi Informasi (IT) merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja.

Apa lagi bagi anak muda, internet sudah menjadi santapan mereka sehari - hari. Tetapi jika digunakan secara positif dan semestinya tentu kita memperoleh nilai positif dan manfaat. Tetapi jika sebaliknya kita tidak dapat memilih dan memilah akan mendapat dampak negatif dan kerugian.

Akan tetapi kenyataanya, sekarang ini banyak para pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misalnya membuka situs-situs yang bertentangan denga nilai moral, agama seta budaya, situs fulgar, porno dan kekerasan yang jelas bertentangan dengan idiologi banggsa, yaitu Panca Sila dan UUD 45.

Akibatnya banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun, cuek dan hilang rasa peduli terhadap lingkungan Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya munculnya tindak kekerasan para kalangan pelajar geng motor, tauran antar pelajar bahkan belakangan marak modus baru "Begal Motor tindakan kekerasan dengan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, bagaimana jadinya genersi muda ke depan? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda.

Pengaruh Globalisasi terhadap nilai nasionalisme berakibat hilangnya rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah haraapan penerus masa depan bangsa. Akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme akan muncullah generasi tidak memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia.

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak pengaruh nilai negatifnya dibanding pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai budaya, sosial, ekonomi dan juga nilai nasionalisme.

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu:  Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil- adilnya.

Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Dengan adanya upaya langkah- langkah antisipasi tersebut di harapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. (Penulis : Tondi Nasution)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved