Perkiraan Jokowi Buat Koalisi Merah Putih INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Perkiraan Jokowi Buat Koalisi Merah Putih

Perkiraan Jokowi Buat Koalisi Merah Putih

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 21 September 2014 | 05.25

Presiden terpilih Joko Widodo 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Presiden terpilih Joko Widodo menyatakan tidak pernah menutup pintu buat pihak-pihak ingin bergabung ke dalam koalisi Indonesia Hebat. Tetapi pihak seberang, Koalisi Merah Putih, menganggap hal itu sebagai rayuan.

Sikap Koalisi Merah Putih sampai saat ini mengaku masih solid. Tetapi anehnya dalam beberapa kesempatan perwakilan mereka justru membuat pernyataan dengan mempertanyakan kerukunan dan komitmen masing-masing anggota. Apakah masih setia atau akan berkhianat dengan janji politik telah disepakati.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, pun beberapa kali melontarkan pernyataan soal kondisi Koalisi Merah Putih. Seolah seperti menggoda. Apakah pada akhirnya memang ada anggota Koalisi Merah Putih menyeberang ke Koalisi Indonesia Hebat akibat terbius rayuan Jokowi?

1. Jokowi masih buka kesempatan Koalisi Merah Putih merapat
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak menutup peluang kader partai Koalisi Merah Putih untuk masuk dalam kabinetnya. Karena dia telah menetapkan 16 kursi menteri diberikan untuk profesional yang berasal dari menteri.

"Kalau ditanya ada kemungkinan, ya ada," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/9).

Jokowi membantah kabar adanya pembagian kursi menteri lima untuk PDI Perjuangan, tiga untuk PKB, tiga untuk NasDem, dua untuk Hanura, satu menteri untuk PKPI dan dua menteri untuk partai koalisi merah putih yang bergabung dengannya. Karena dirinya menginginkan kabinet yang kuat dan menegakkan sistem presidensial.

"Hitungan dari mana? Lah kan itungan kamu! Ya nanti kalau sudah keluarkan kamu baru ngerti. Ya kan sudah saya sampaikan kami ingin perkuat sistem presidensial," tegas Jokowi.

Mantan wali kota Solo ini menegaskan, sejak awal dirinya tidak pernah menutup pintu koalisi terhadap partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih. Jokowi mengatakan, komposisi 16 menteri untuk profesional dari partai baru dapat dibuktikan kinerjanya setelah dilantik. "Ya nanti dilihat. Ya kalau sudah keluarkan bisa kamu lihat," ujarnya.

2. Jokowi tak yakin Koalisi Merah Putih bakal langgeng
Presiden terpilih Joko Widodo yakin partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih tidak akan bertahan lama. Menurutnya, dalam politik tidak ada koalisi permanen.

"Koalisi permanen itu enggak ada dalam politik. Harus ngomong realitas politik," kata Jokowi di rumah dinasnya Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9).

Salah satunya soal RUU Pilkada. Jokowi yakin, partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih tidak kompak soal RUU tersebut. Terutama menyikapi pilkada langsung.

"Ya kan pemerintah sudah memberikan dukungan itu kan bisa. Demokrat juga memberikan dukungan dihitung kan bisa," ujarnya.

Belakangan ini santer terdengar bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan berlabuh ke kubu Jokowi. Apalagi dalam Rakernas ke-IV PDIP di Jawa Tengah, beberapa elite PAN dan PPP hadir. Di antaranya Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo dan Plt Ketua Umum PPP Emron Pangkapi.

Jokowi menegaskan, lobi kepada PAN dan PPP masih dalam proses. "Sekarang masih proses. Ditunggu minggu ini," ujar Jokowi.

3. Jokowi santai tanggapi pertemuan SBY dan koalisi Merah Putih
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai pertemuan petinggi koalisi Merah Putih dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas pagi ini. Dia tak mau berspekulasi tentang pertemuan tersebut.

"Ya enggak apa-apa toh bertemu kok. Saya juga bertemu, tim koalisi juga bertemu. Bertemu bertemu ya enggak apa-apa toh. Kita semua ini bersaudara kok bertemu saja enggak boleh, silaturahmi enggak boleh," kata sosok yang akrab disapa Jokowi tersebut di Balaikota, Jakarta, Selasa (2/9).

Dalam pertemuan tersebut, SBY mengatakan bahwa koalisi Merah Putih ingin menjadi penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK. Menurut Jokowi, silakan saja menjadi penyeimbang dan berada di luar pemerintahan Jokowi-JK.

"Ya bagus-bagus saja. Mau jadi partai penyeimbang ya bisa, mau jadi partai yang di luar pemerintahan silakan," ucap Jokowi.

Jokowi menegaskan, dirinya tidak bisa memaksa siapapun untuk mendukungnya. Bagi politikus PDIP ini, yang terpenting adalah bagaimana mensejahterakan rakyat dan membangun bangsa ke depan.

"Ya kalau kita ingin negara kita lebih baik lebih maju dan rakyat juga lebih sejahtera saya kira kalau semua orang bergerak bersama tentu akan lebih baik. Tapi kalau enggak kan saya enggak bisa maksa," tutur Jokowi.

Terkait partai-partai yang sedang mendekat, Jokowi hanya mengatakan pendekatan partai-partai tersebut masih dalam proses. "Semua masih dalam proses, nanti kalau sudah deket-deket saya akan ngomong. Orang semalem baru ketemu kamu (wartawan) sudah ribut," tutup Jokowi.

4. Jokowi: 80 persen PPP dan PAN merapat
Presiden terpilih Joko Widodo yakin selangkah lagi Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan bakal bergabung dengan koalisi Indonesia Hebat. Dia menyatakan hal itu lantaran perwakilan kedua partai itu hadir dalam Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Semarang, Jawa Tengah, pekan ini.

"Kalau sudah hadir kan sinyal. Hadir berarti kan berarti tanda-tanda. Hadir berarti sudah, kalau dipersenin ya 80 persen lah," kata Jokowi kepada awak media saat ditemui di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Kawasan Taman Suropati, Jakarta, Sabtu (20/9).

Namun, Jokowi, sapaan Joko Widodo, belum bisa memastikan kapan kedua partai itu bakal mendeklarasikan diri bergabung dalam barisan koalisi Indonesia Hebat. Apalagi keduanya masih lekat dengan Koalisi Merah Putih dipimpin Prabowo Subianto.

"Nanti dilihat. Saya kira dalam seminggu ini akan kelihatan, akan ada kepastian, karena masih dalam proses. Tapi pasti," ujar Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menutup rapat ihwal pembicaraan dengan perwakilan kedua partai. Dia juga janji tidak ada kesepakatan khusus dibuat dengan PAN dan PPP jika mereka rela berkhianat dari gerbong koalisi Merah Putih. Apalagi saat ini internal PPP tengah dilanda sengketa kepengurusan.

"Ada proses itu, tapi kan tidak bisa saya sampaikan karena masih dalam proses. Sejak awal sudah disampaikan, kita terbuka, karena ini masalahnya membangun negara. Bangsa sebesar ini enggak bisa sendirian (dibangun) satu (sampai) empat partai. Enggak bisa. Yang dulu saja tanpa syarat, masa yang sekarang ada syarat," sambung Jokowi. (Aryo Putranto Saptohutomo /Merdeka.com/inc)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved