Pengacara Sumenep Dukung RUU Advokat Sampaikan Aspirasi Melalui F-PKB DPRD Sumenep INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pengacara Sumenep Dukung RUU Advokat Sampaikan Aspirasi Melalui F-PKB DPRD Sumenep

Pengacara Sumenep Dukung RUU Advokat Sampaikan Aspirasi Melalui F-PKB DPRD Sumenep

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 20 September 2014 | 14.30

Para Pengacara Sumenep (dari kanan) Bambang, Mohammad Nurul Hidayah, Kamarullah, Ach. Supyadi dan Zakariya (Syaikhu) 
SUMENEP - INDEPNEWS.Com : Para pengacara di Kabupaten Sumenep, mendukung rancangan Undang-undang (RUU) Advokat yang tengah proses di DPR RI. Dukungan itu disampaikan para pengacara dengan menyampaikan aspirasi melalui perwakilan pengacara Ach. Supyadi S.H. yang datang menemui Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Sumenep, Kamis (18/9/2014) kemarin. 

Ach. Supyadi, S.H. salah seorang pengacara dari organisasi Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Sumenep menyatakan, kedatangannya ke FPKB di DPRD Sumenep untuk menyampaikan aspirasi dukungan terhadap RUU Advokat yang saat ini sedang dibahas di DPR RI, ia datang ke FPKB di DPRD Sumenep karena diketahui bahwa di FPKB DPR RI secara terang - terangan meminta agar pengesahan RUU Advokat ditunda, penyampaian Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR RI tersebut disampaikan setelah Fraksi PKB menerima keluhan dari Pengurus PERADI.

“Kami bersama rekan pengacara lain di Sumenep sangat menyayangkan terhadap PKB melalui fraksinya di DPR RI yang tidak teguh pendirian, baru saja dikunjungi PERADI dan setelah itu langsung jumpa pers dan meminta agar pembahasan RUU Advokat ditunda, padahal sebelumnya FPKB mendukung RUU Advokat, makanya kami mendatangi FPKB di daerah yakni di DPRD Sumenep agar aspirasi kami disampaikan ke pusat bahwa kami mendukung penuh RUU Advokat, karena jika RUU Advokat tidak segera disahkan, maka dipastikan kekisruhan antara organisasi advokat akan terus terjadi” Tutur Bambang salah seorang pengacara yang saat itu juga bersama dengan Mohammad Nurul Hidayah, Kamarullah dan Zakariya yang kesemuanya merupakan pengacara dari organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) di Kabupaten Sumenep.

Dalam pemberitaan lain banyak diberitakan Pro dan kontra mengenai Revisi Undang-Undang (RUU) Advokat terus bergulir. Beberapa aliansi advokat menolak RUU ini, namun sebagian lagi justru mendesak agar revisi UU No 18 Tahun 2003 ini segera disahkan.

Para pengacara Sumenep memandang, dengan disahkan RUU ini bakal menjadi acuan advokat dalam membantu masyarakat pencari keadilan. Bambang mengatakan bahwa UU Advokat sebelumnya sulit memberikan perlindungan secara leluasa kepada masyarakat, karena masih terdapat banyak intimidasi khususnya dari anggota PERADI yang sering melakukan eksepsi (keberatan) terhadap pengacara lainnya.

"Sehingga sering menimbulkan terjadinya kesalahan dalam penafsiran, tidak memberikan kepastian hukum kepada para advokat dalam menjalani profesinya," ungkap Bambang.

"Jadi, untuk kepentingan keadilan dan kepastian hukum serta kepentingan untuk membantu masyarakat kami semua mendukung RUU Advokat ini disahkan oleh DPR RI, karena jika tidak disahkan oleh DPR priode sekarang, maka akan sangat berdampak pada ketidakpastian hukum, juga nasib ribuan advokad akan menjadi masalah yang sangat serius," tegasnya.

Menurut dia, UU Nomor 18 tahun 2003 tentang advokat sudah berlaku selama 11 tahun dan sudah pernah diajukan judicial review (uji materi) di Mahkamah Konstitus (MK) oleh kalangan advokat.

"Hal ini membuktikan banyaknya resistensi terhadap UU Advokat tersebut, tidak hanya itu, UU Advokad 2003 sudah tidak selaras lagi dengan perkembangan demokrasi di Indonesia yang memberi kebebasan berorganisasi kepada warga negaranya dan tidak mencerminkan aspirasi sebagian besar advokat yang sulit disatukan dalam satu wadah tunggal organisasi," paparnya mengakhiri wawancaranya dengan Independent News. (Syaikhu)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved