Pasar Bebas Asean 2015 Sebentar Lagi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , » Pasar Bebas Asean 2015 Sebentar Lagi

Pasar Bebas Asean 2015 Sebentar Lagi

Ditulis Oleh redaksi Senin, 22 September 2014 | 11.38

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Kita semua pasti sudah familiar dengan syair Lebaran sebentar lagi. Tentu saja sebulan penuh menjalankan puasa lebaran ditunggu tunggu dengan hati gembira karena bagi karyawan dapat THR, liburan dan pulang kampung. Hati pasti berbunga bunga. Nah, kurang lebih setahun plus dua bulan kita menyambut datangnya waktu berlakunya pasar bebas Asean 2015. Apakah hati kita berbunga bunga juga seperti kita menyambut datangnya lebaran tiba?

Apakah datangnya pasar bebas Asean yang mulai berlaku akhir bulan Desember 2015 itu membahagiakan kita atau tidak sebagai mana kita menyambut lebaran tiba maka perlu kita tengok persiapan kita untuk menghadapi serangan barang barang impor dari sesama Negara di kawasan Asean, Kita mulai awal 2016 siap tidak siap harus menghadapi secara head-to-head dengan gempuran Negara Negara dikawasan Asean. Karena seluruh Negara yang tergabung di kawasan Asean telah berkomitmen untuk melaksanakan Free Trade Zone yang telah disepakati beberapa tahun yang lalu.

Apanya yang bebas ? Secara umum dengan berlakunya ASean FTA sesuai kesepakatan adalah Asean menjadi Kawasan Bebas dalam hal perdagangan antar anggota Negara Negara Asean. Yang sudah menjadi kesepakatan adalah pembebesan fiskal untuk tarif bea masuk. Jadi Barang yang dijual dalam Negara Negara asean semua Tarif Bea Masuk menjadi Nol Persen. Maka hambatan dibidang tariff tidak ada lagi.

Maka anggota Asean harus bersiap diri menghadapi serbuan barang antar Negara. Bagi Negara kita Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar di Asean maka menjadi pasar yang empuk bagi produk produk dari Negara Asean.

Pertanyaaannya apakah kita sudah siap? Beberapa tahun yang lalu Sony merelokasi pabriknya dari Indonesia ke Malaysia padahal secara upah pekerja pabrik di Indonesia lebih murah 3kali lipat dari Malaysia tapi kenapa Sony tetap memindahkan pabriknya dari Indonesia ke Malaysia? Selidik punya selidik terjawab bahwa biaya untuk diluar ekspektasi terlalu besar misalnya perijinan ke instansi instasi yang ribet, biaya transportrasi sangat besar. Walaupun di Malaysia upah pekerja lebih mahal tapi biaya di luar normal lebih murah daripada di Indonesia.

Secara umum PR kita setelah tariff Pajak Bea Masuk di bebaskan untuk mmbuat produk kita lebih kompetitif dari pada Negara Asean beberapa hal yang perlu diperbaiki adalah,Infrastruktur logistics, Leadtime perijinan, kemudahan pengurusan perijinan dan peningkatan kwalitas produk. Untuk infrastruktur kita kalah jauh misalnya dengan Negara Thailand apalagi dengan Singapura. 

Pengiriman barang ekspor dari pabrik ke pelabuhan hanya dibutuhkan rata rata satu hingga dua jam saja, sedangkan di negera kita contoh dari pabrik Tangerang ke Pelabuhan Tanjung Priok perlu hampir satu hari karena masalah kemacetan walaupun melalui jalan tol. Infrastruktur transportrasi harus segera dibenahi. Kita sudah ketinggalan jauh soal insfrastruktur jalan transportrasi. Ini perlu dibenahi. Pihak pelaku bisnis hanya bisa minta supaya pemerintah melakukan pembenahan dalam hal peningkatan infrastruktur transportrasi.

Kemudian kemudahan perijinan dan lamanya pengurusan perijinan usaha harus terus ditingkatkan pelayanannya. Lihatlah Singapura untuk mengurus perijinan tidak perlu waktu seminggu hanya perlu tiga hari kerja, sedangkan di Negara kita pengurusan ijin baru bisa dilakukan rata rata 14 hari kerja. Kondisi ini harus segera diperbaiki. Proses alur perijinan juga haru dipermudah, hal-hal yang sebenarnya mudah tidak boleh dipersulit. Aparat pemerintah harus melayani semaksimal mungkin untuk pengurusan perijinan tersebut.

Apabila kedua hal tersebut diatas misa terealisasi maka pelaku bisnis bisa memangkas biaya produksi. Kedua hal tersebut adalah tugas pemerintah. Tugas pelaku bisnis menghadapi era Pasar Bebas Asean hanya di bidang proses produksi. Mereka pasti melakukan terus menerus. Apabila ha ini mendapat support dari pemerintah dalam hal perbaikan infrastruktur transportasi dan pengurusan perijinan yakinlah kita siap menghadapi serangan produk-produk dari anggota Negara Asean. 
Ditulis oleh Sutomo Asngadi (Consultant dan Executive Trainer Management Ekspor Impor tinggal di Jakarta)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved