Otto Hasibuan: Tolak RUU Advokat Harga Mati INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Otto Hasibuan: Tolak RUU Advokat Harga Mati

Otto Hasibuan: Tolak RUU Advokat Harga Mati

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 24 September 2014 | 18.45

Senyum Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia
(Peradi) Otto Hasibuan menyapa awak media (Merdeka) 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan menegaskan tolak RUU Advokat merupakan harga mati. Peradi juga optimistis RUU Advokat tidak disahkan oleh DPR.

"Di dalam ada oknum advokat yang berupaya memaksakan RUU Advokat disahkan. Ini kami berupaya menolak RUU Advokat bukan karena kepentingan advokat dan Peradi tapi kepentingan masyarakat yang mencari keadilan," tutur Otto di DPR RI, Rabu (24/9/2014).

Diutarakan Otto, alasan pihaknya menolak RUU Advokat yakni profesi Advokat merupakan profesi yang independen dan bebas, semata-mata untuk para pencari keadilan. Sehingga tidak bisa apabila mereka berada dibawah pemerintah.

Nantinya apabila advokat ada dibawah pemerintah, dikhawatirkan tidak bisa lagi membela rakyat yang mencari keadilan.

"Kami upaya agar independen, kalau dibawah pemerintah kami tidak bisa bela rakyat miskin. Tolak RUU advokat harga mati," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan anggota Peradi melakukan aksi unjuk rasa di depan DPR RI, Rabu (24/9/2014) siang. Peradi demo menuntut Tolak RUU Advokat.

Pantauan Tribunnews.com, anggota Peradi yang berasal dari seluruh Indonesia ini demo menggunakan pakaian has mereka hitam-hitam.

Termasuk juga mereka membawa serta berbagai spanduk atribuk aksi seperti: Tolak RUU Advokat, Lawan dan Duduki DPR RI, Bubarkan Pansus RUU Advokat, dan RUU Advokat Melahirkan Advokat Preman dan Markus.

Dalam aksinya massa terus melakukan orasi dan meminta pihak DPR agar menerima mereka dan membuka pintu DPR RI.

"Buka pintunya, buka. Biarkan kami masuk," ucap pendemo sambil memukul gerbang DPR.

Menanggapi pendemo yang hendak merangsek masuk, orator di depan mobil komando mengimbau pendemo untuk tidak anarkis.

"Kami masih coba loby di dalam agar 200 perwakilan kita diterima di dalam. Nanti sebagian di dalam, sebagian diluar dan ada yang di belakang gedung DPR. Jangan anarkis, jangan nodai profesi kita," tuturnya. (Theresia Felisiani/Tribunnews/inc)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved