Naiknya Harga Gas Elpiji 12 Kilogram, Gas 3 Kg Ikut Naik INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Naiknya Harga Gas Elpiji 12 Kilogram, Gas 3 Kg Ikut Naik

Naiknya Harga Gas Elpiji 12 Kilogram, Gas 3 Kg Ikut Naik

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 24 September 2014 | 19.57

Tumpukan gas kosong di salah satu pangkalan di Boyolali (why) 
BOYOLALI - INDEPNEWS.Com : Menyusul kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram, harga gas elpiji ukuran 3 kilogram ikut naik. Bahkan beberapa waktu belakangan ini sempat menghilang. Kenaikan ini mulai dirasakan sejak tanggal 18 September lalu.

Semula harga tebus dari agen adalah Rp 12.750/ tabung, namun kemudian naik menjadi Rp 13.500/ tabung. “Bagi saya sebenarnya tak masalah, kalau harga naik, jualnya juga naik,” ujar seorang pedagang gas elpiji di Boyolali Kota, Joko, Rabu (24/9).

Menurut dia, persoalannya tak sesederhana itu. Pemerintah seharusnya memikirkan pemakai gas bersubsidi yang mayoritas adalah masyarakat golongan ekonomi bawah. Termasuk penjual gorengan dan mi ayam. ”Bagi kelompok tersebut, kenaikan harga sangat sensitif,” lanjutnya.

Selain kenaikan harga, pihaknya selaku pangkalan juga merasa dirugikan. Pasalnya, jatah pasokan pun turut berkurang. Bila sebelumnya dipasok 100 tabung/ hari, kini berkurang menjadi 40 tabung/hari.

Salah satu penjual mi ayam di Kota Boyolali, Sarno (49) mengakui, harga gas ukuran 3 kg sudah naik. Sebelumnya, harga jual dari pengecer hanya Rp 16.000/ tabung. Namun semenjak harga gas 12 kg naik, harga gas 3 kg pun ikutan naik. ”Sekarang harganya menjadi Rp 16.500- Rp 17.000/ tabung. Itupun kadang barangnya tak ada,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali, Sri Wahyuni berjanji akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.Pihaknya mengakui, ada indikasi adanya migrasi konsumen LPG 12 kg ke ukuran 3 kg, namun belum bisa dihitung secara rinci. Dari pantauan Disperindag di sejumlah wilayah kecamatan, distribusi gas LPG 3 kg juga masih aman dan lancar.

Pihaknya juga mengingatkan para pengecer agar bertindak selektif. Langkah selektif ini dilakukan agar penyaluran gas LPG ukuran 3 kg yang notabene barang bersubsidi bagi masyarakat kalangan bawah bisa tepat sasaran. “Apakah pembeli dari kalangan atas, pengusaha atau masyarakat dari rumah tangga biasa. Jika pembeli dari kalangan pengusaha, harus ditolak. Pasalnya, pengusaha dilarang menggunakan gas LPG ukuran 3 kg,” tandasnya.

Ditambahkan, mengantisipasi kekurangan kebutuhan LPG 3 kg,  pihaknya meminta kepada PT Pertamina agar pasokan LPG dikirimkan setiap hari. Sebelumnya, saat hari libur, pasokan dari Pertamina dihentikan. (why)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved