Letter of Credit Sebagai Salah Satu Cara Pembayaran dalam Perdagangan International Ekspor Impor (Bagian 2) INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Letter of Credit Sebagai Salah Satu Cara Pembayaran dalam Perdagangan International Ekspor Impor (Bagian 2)

Letter of Credit Sebagai Salah Satu Cara Pembayaran dalam Perdagangan International Ekspor Impor (Bagian 2)

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 25 September 2014 | 12.28

JAKARTA - NDEPNEWS.Com : Apabila semua lengkap maka kita sebagai importer menghubungi pihak bank yang bertindak sebagai Issuing Bank. Syarat utama dalam dalam permohonan pembukaan LC adalah dari segi jaminan (collateral). Ada jaminan full dari seluruh nilai LC atau sebagian saja. 

Karena, pembukaan L/C akan menimbulkan kewajiban bagi issuing bank untuk melakukan pembayaran kepada eksportir (beneficiary), karena issuing bank mengambil alih kewajiban importir untuk membayar barang yang dikirim eksportir.Untuk itu issuing bank akan meminta jaminan pembukaan L/C dari importir yang berupa setoran “Marginal Deposit/ MD”. 

Besarnya setoran MD yang harus disetor importir dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya fasilitas impor yang didapat importir dari banknya. Jaminan tersebut berupa jaminan tanpa fasilitas dan dengan fasilitas Jaminan Tanpa fasilitas adalah : Importir diwajibkan menyetorkan MD sebesar 100% (full cover) dari nilai L/C yang akan dibuka dalam mata uang yang sama dengan L/C. Setoran MD boleh berupa setoran efektif, saldo diblokir di rekening giro, atau deposito yang diblokir.

Jaminan Dengan fasilitas : Dengan mendapat fasilitas impor dari banknya, importir dimungkinkan berkewajiban menyetorkan MD tidak secara full cover, melainkan hanya 10 atau 20 persen, tergantung dari klausul perjanjian kredit yang diberikan. Di sini, risiko atas importir diambil alih bank setelah - tentu saja - melalui tahapan analisis kredit.

Permohonan pembukaan L/C Secara prinsip isi dari Sales contract adalah dasar dari permohonan pembukaan L/C yang merupakan perintah dari importir kepada bank untuk membuka L/C berdasarkan kesepakatan dengan eksportir. Sehingga Fungsi L/C adalah sebagai berikut:
1. Sebagai perintah untuk melaksanakan Sales Contract namun L/C tidak ada hubungangannya dengan Sales Contract.
2. Sebagai suatu perminntaan dan instruksi applicant kepada banknya (issuing bank) untuk menerbitkan L/C dengan syarat dan ketentuan yang dimintanya.
3. Dengan L/C sebagai Kontrak antara applicant dengan issuing bank.
4. Issuing bank atas nama applicant bertindak mewakili kewajiban membayar kepada eksportir (beneficiary). Dalam hal ini yang dibayar adalah dokumen, bukan barang.
• Sepanjang L/C telah diterbitkan atas dasar aplikasi L/C, maka aplikasi L/C dimaksud tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh applicant.
• Data pada formulir aplikasi pembukaan L/C
Isi dan clausal dalam L/C menyangkut dalam hal :
Bentuk L/C (harus ‘irrevocable’ atau tidak dapat dibatalkan sepihak)
1. Nama dan alamat eksportir (beneficiary atau penerima jaminan
2. Nilai dan jenis valuta dalam L/C
3. Cara pembayaran L/C (by payment, negotiation, acceptance, atau deferred payment)
4. Tenor (at sight atau usance) dan atas nama siapa wesel (draft) akan ditarik
5. Deskripsi barang, perincian jumlah/ unit, dan harga per unit
6. Syarat penyerahan barang (terms of delivery) => FOB, CFR, CIF, dll
7. Dokumen yang diminta beserta rincian rangkapnya (asli dan copy)
8. Nama pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan
9. Pengiriman barang sebagian (partial shipment) dan pindah kapal (transhipment) diperbolehkan atau tidak
10.Tanggal terakhir pengiriman
11.Tanggal dan tempat jatuh tempo L/C
12.Tanggal terakhir penyerahan dokumen kepada bank yang dikuasakan untuk memperoleh kepastian pembayaran (latest presentation document)
13.Apakah L/C dapat dialihkan (transferable)

Jenis sarana komunikasi yang digunakan untuk mengadviskan L/C yang akan dibuka (by mail, telex, atau SWIFT- Society For Worlwide Interbank Financial Transfer). Namun SWIFT yang paling banyak digunakan karena praktis dan memiliki tingkat keamanan yang relatif lebih terjamin dan pelaksanaannya biasa memakai. Chek list untuk Issuing Bank setelah menerima permohonan dari Applicant/Importir adalah :
1. Importir telah mendapatkan fasilitas impor, bila tidak harus menyetorkan MD sebesar 100% dari nilai L/C yang dibuka (full cover).
2. Barang yang diimpor applicant tidak termasuk barang yang dilarang atau terkena lartas dan perijinan dari lartas nya sudah dipenuhi oleh pihak applicant/importer
3. Aplikasi telah ditandatangani oleh pejabat perusahaan yang berwenang (authorized person) dengan tanda tangan yang cocok dengan specimen pada issuing bank.

Selanjutnya pihak Issuing Bank melakukan kewajiban membayar kepada Beneficiary apabila dokumen dokumen yang diserahhkan oelh beneficiary sesuai dengan yang dipersyaratkan di dalam clausal L/C atau atas persetujuan dari applicant. (Sutomo Asngadi, Consultant dan Executive Trainer Management Ekspor Impor Tinggal di Jakarta)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved