Letter of Credit Sebagai Salah Satu Cara Pembayaran dalam Perdagangan International Ekspor Impor (Bagian 1) INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Letter of Credit Sebagai Salah Satu Cara Pembayaran dalam Perdagangan International Ekspor Impor (Bagian 1)

Letter of Credit Sebagai Salah Satu Cara Pembayaran dalam Perdagangan International Ekspor Impor (Bagian 1)

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 24 September 2014 | 20.54

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Secara umum dalam perdagangan international ekspor impor ada beberapa cara dalam melakukan transaksi anatar lain advance payment (pembayaran dimuka sebelum dikapalkan), Open Account (pembayaran setelah barang dikapalkan), Wesel Inkaso (Collection Draft), Konsinyasi (Consignment), Letter Of Credit (L/C).

Faktor factor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan metode pembayaran atau istilahnya Term of Payment (TOP) dalam suatu transaksi ekspor impor pelaku bisnis ekspor impor sebaiknya harus mempertimbangkan beberapa hal yakni Faktor pertimbangan dilakukannyan sistem ini antara lain : Kepercayaan Importir terhadap ekspor, Keyakinan importir bahwa negara eksportir tidak akan melarang ekspor, Importir mempunyai likuiditas yang cukup dan lain sebagainya.

Namun demikian jenis pembayaran yang paling aman dalam transaksi ekspor impor adalah jenis transaksi yang menggunakan Letter of Credit karena Kepastian akan amannya kepentingan kedua belah pihak (eksportir dan importir) dengan menggunaan L/C antara lain:
1. Kepada Eksportir dipastikan akan adanya pembayaran bilamana dokumen-         dokumen pengapalan lengkap sesuai dengan syarat L/C
2. Kepada importir dipastikan bahwa pembayaran hanya dapat dilakukan oleh       bank bila sesuai dengan persyaratan L/C.

Secara konsep pengertian LETTER of Credit adalah suatu statement dari dari Issuing Bank atas permintaan Applicant yang ditujukan kepada Beneficiary melalui Advicing/Confirming/Negotiating bank, dimana issuing bank akan membayar uang dalam jumlah tertentu apabila syarat-syarat dalam LC telah terpenuhi.

Namun sebelum melakukan transaksi permohonan pembukan Letter of Credit sebaiknya kita kenal dulu pihak pihak yang terlibat dalam transaksi letter of credit ini yaitu;
1. Applicant atau pemohon kredit adalah importir yang mengajukan aplikasi L/C
2. Beneficiary adalah eksportir yang menerima L/C
3. Issuing Bank atau Opening Bank adalah Bank pembuka L/C
4. Advising Bank adalah Bank yang meneruskan L/C, yaitu Bank koresponden         (agen) yang meneruskan L/C kepada Beneficiary. Dan Bank tidak                     bertanggung jawab atas isinya.
5. Confirming Bank adalah bank yang melakukan konfirmasi atas permintaan         issuing bank dan menjamin sepenuhnya pembayaran.
6. Paying Bank adalah Bank yang secara khusus ditunjuk dalam L/C untuk             melakukan pembayaran dan beneficiary berkewajiban menyerahkan                   dokumen kepada bank tersebut.

Dari sisi importer bagaimana untuk melakukan permohonan pembukaan LC? Berikut langkah langkahnya. Mari cek dulu syarat syarat legalitas sebagai perusahaan yaitu :
•  Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Ijin Usaha Industri (IUI)
•  Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
•  Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
•  Akte perusahaan dan lain lain

Langkah berikutnya adalah kelengkapan dari persyaratan sebagai importer yaitu
1.  NIK (Nomor Indentitas Perusahaan) - yang diterbitkan oleh Bea Cukai
2.  API-P atau API-U : – API-P Angka Pengenal Importir Produsen diterbitkan oleh BKPM . Sebagai Importir Produsen ciri khasnya adalah mempunyai pabrik sebagai tempat proses produksi. – API-U Angka Importir Umum, diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan atau Dinas Perdagangan tergantung besar kecil nya skala perdagangannya. (Sutomo Asngadi Consultant dan Executive Trainer Management Ekspor Impor Tinggal Di Jakarta)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved