Kekeringan, Warga Diimbau Tak Minum Air Sungai INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Kekeringan, Warga Diimbau Tak Minum Air Sungai

Kekeringan, Warga Diimbau Tak Minum Air Sungai

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 24 September 2014 | 19.37

Warga Boyolali utara sedang mengambil air dari dasar sungai. (why) 
BOYOLALI - INDEPNES.COM : Bulan September merupakan puncak musim kekeringan di Boyolali, terutama wilayah Boyolali utara. Warga disana terpaksa mengambil air dari sumber air yang ada di sungai. Mereka membuat penampungan untuk kemudian dibawa pulang untuk konsumsi. Namun air tersebut sangatlah berbahaya, lantaran mengandung logam berat dan bakteri.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali mengimbau agar warga tidak mengonsumsi air sungai itu. Jika terpaksa, air yang diambil dari sungai harus dididihkan terlebih dahulu karena rentan mengandung penyakit maupun zat berbahaya.

Kepala Dinkes Boyolali, Yulianto Prabowo mengatakan,  air sungai bisa mengandung zat dan penyakit yang berbahaya. ”Secara mikrobilogis bisa mengandung kuman e coli maupun bakteri coliform, selain itu secara kimia bisa mengandung zat semacam arsen, nitrat, sianida, kadminum, selenium, dan sebagainya,” jelas Yulianto, Rabu (24/9).

Dia menambahkan, masalah air memang merupakan kebutuhan dasar hidup manusia. Sementara di masa kesulitan air, warga diharapkan untuk memperhatikan kualitas air minum. Jika kemudian terpaksa menggunakan air sungai, sebaiknya warga memasak air terlebih dahulu sampai mendidih. Upaya tersebut setidaknya bisa mengantisipasi kandungan kuman maupun bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

“Tetapi sebaiknya tetap dihindari, karena itu di masa yang sulit air seperti ini harus ada perhatian dan bantuan dari seluruh komponen masyarakat untuk memenuhi kebutuhan itu,” terang Yulianto.

Mengonsumsi air sungai menjadi kebiasaan masyarakat terutama di Boyolali utara yang rawan kekeringan. Pasalnya, warga tidak mampu membeli air galon maupun air dari mobil tangki swasta. Kondisi rentan menimbulkan penyakit, seperti penyakit perut atau diare, kolera, maupun tipus.

Antisipasi lain agar air lebih layak minum, di antaranya dengan langkah penyaringan. Penyaringan air sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan dengan cara menyaring air menggunakan media pasir dan kerikil, kemudian baru dimasak.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir terjangkitnya penyakit gangguan perut. Meski demikian, pihaknya kembali berharap supaya masyarakat tidak mengkonsumsi air sungai mengingat kerentanan terjangkitnya berbagai macam jenis penyakit.

Meski demikian sebisa mungkin warga dihimbau lebih baik memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi dengan membeli air tangki atau air galon. Sementara air dari sungai dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti mencuci, mandi, ataupun keperluan lainnya. (why)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved