Kebijakan Parsial Era Otonomi Daerah Sebuah Catatan Kecil INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Kebijakan Parsial Era Otonomi Daerah Sebuah Catatan Kecil

Kebijakan Parsial Era Otonomi Daerah Sebuah Catatan Kecil

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 23 September 2014 | 14.58

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Heboh wacana pelarangan mobil pribadi plat B di setiap weekend masuk di daerah Bandung dan Bogor, menjadi akibat dari Kebijakan parsial era otonomi daerah yang belum tentu sesuai dengan Kebijakan strategis secara makro.

Tentang kota-kota yg tidak mengijinkan kendaraan berplat nomor B masuk ke kotanya pada hari libur (Bandung dan Bogor). Ditengah kota-kota lain berfikir keras bagaimana menarik atau menjadi daya tarik bagi pendatang, eh ini malah menolak pendatang yang mau berbagi rezeki. Tentu ada konsekuensinya dibalik itu. 

Pertanyaannya bukankah kota-kota yg sekarang ini menolak plat B menjadi kota yg memiliki daya tarik karena memang kota-kota tersebut sudah direncanakan?, pastinya sdh ada di dlm RT/RW mau jadi apa kota-kota tersebut dan bagaimana perannya diantara kota-kota lainnya.

Terhubungkannya metropolitan Jakarta dgn metropolitan Bogor dan Bandung memberikan dampak yg signifikan terhadap perekonomian kedua belah pihak. Masalahnya adalah kota-kota tersebut dibiarkan atau terbiarkan terbuai dengan indahnya pendatang dan lupa berbenah diri untuk mempersiapkan kebutuhan pendatang. 

Baru terasa setelah pendatang banyak dan lama-lama berat juga menanggung beban pendatang. Hayo coba dihitung berapa persen ekonomi meningkat dari sektor ini dan berapa tenaga kerja terserap akibat kota tsb menjadi gula. Dan coba dihitung juga kalau ini semua hilang, si semut-semut tak lagi mau datang.

Himbauan utk tdk menggunakan kendaraan ke kota-kota tersebut harus diimbangi dengan penyediaan prasarana dan sarana yg memadai sehingga pendatang mau berpindah moda transportasi pribadi ke umum. Selama itu tdk tersedia, rasanya rugi klu pendekatan yg dilakukan adlh tdk membolehkan kendaraan pribadi plat B msk ke kota-kota tersebut.

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke kawasan wisata kawah putih Bandung Selatan, disitu pengendara mobil pribadi punya pilihan untuk masuk ke kawah putih dengan membawa atau tidak membawa kendaraan msk ke kawasan kawah putih. Membawa masuk kendaraan artinya anda harus membayar cukup mahal, jika dibandingkan dgn memarkir kendaraan diluar dan melanjutkan perjalanan ke kawah putih dengan transportasi umum yg disediakan pengelola kawasan. Ini hanya contoh dari satu kasus kecil, silahkan difikirkan kata Cak Lontong. (Desyrijanti Azharie, Praktisi dan Konsultan Urban Planning and Development Studies Tinggal di Jakarta)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved