Kalau Mau Pelantikan Jokowi Aman, Hati-hatilah Memilih Tiga Calon Kabaintel Polri Ini INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Kalau Mau Pelantikan Jokowi Aman, Hati-hatilah Memilih Tiga Calon Kabaintel Polri Ini

Kalau Mau Pelantikan Jokowi Aman, Hati-hatilah Memilih Tiga Calon Kabaintel Polri Ini

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 28 September 2014 | 09.42

Presiden terpilih Jokowi (Tribun)  
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Salah satu faktor penentu aman tidaknya pelantikan presiden terpilih Joko Widodo pada 20 Oktober 2014 mendatang adalah kinerja Kepala Bagian Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri.

Nah, kebetulan akan terjadi pergantian Kabaintelkam di tubuh Polri September ini. Karena itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar pemilihan calon Kabaintelkam yang baru tidak sembrono.

IPW mendesak agar dipilih orang yang benar-benar cermat dan cerdik membaca situasi keamanan. Berikut ini surat desakan IPW terkait rencana pergantian Kabaintelkam Polri, dalam surat elektronik yang diterima redaksi Tribunnews.com :

Jokowi Harus Cermati Pergantian Kaba Intelkam Polri
Presiden terpilih Jokowi perlu mencermati dengan serius proses pergantian Kepala Bagian Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri yang akan berlangsung akhir September 2014 ini.

Tujuannya agar Kabaintelkam dipegang oleh perwira tinggi (Pati) yang tepat, agar proses pelantikan Jokowi sebagai Presiden pada 20 Oktober berjalan
aman, lancar, dan tidak ada gangguan yang serius.

Kabaintelkam Polri Komjen Suparni Parto yang lahir 7 September 1956
sudah memasuki masa pensiun dan akan meninggalkan jabatannya pada
akhir September ini. Artinya, pada 1 Oktober 2014 sudah dilantik
Kabaintelkam baru.

Dari pantauan Indonesia Police Watch (IPW), saat ini beredar isu di kalangan elit Polri bahwa posisi Kabaintelkam akan dipegang oleh Akpol 81 atau satu angkatan dengan Kapolri Sutarman.

Namun, kalangan perwira muda di Polri menginginkan posisi Kabaintelkam
dipegang oleh perwira muda, mengingat kinerja Intelkam Polri ke depan perlu mengimbangi kinerja pemerintahan baru Jokowi-JK. Sehingga saat ini ada sejumlah nama yang muncul sebagai calon kuat untuk menjabat.

Kabaintelkam Polri, di antaranya Irjen Syafrudin (Kadiv Propam), Irjen Noer Ali (Kapolda Jateng), Irjen Djoko Mukti Haryono (Wakaba Intelkam), dan beberapa nama pati dari Badan Intelijen Negara (BIN). Intelijen adalah institusi yang sangat strategis, yang perlu dicermati dan ditata kinerjanya oleh Jokowi. Selama ini kinerja intelijen selalu kedodoran dan dikeluhkan banyak pihak.

Padahal, ancaman keamanan ke depan, terutama di era pemerintahan Presiden Jokowi masih tetap tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Isu terorisme, narkoba, peredaran senjata api ilegal maupun konflik politik perlu dicermati
Jokowi dengan pendekatan intelijen agar tidak mencuat menjadi gangguan
kamtibmas.

Bagaimana pun kinerja intelijen, terutama intelijen Polri harus benar-benar prima menjelang pelantikan Jokowi sebagai presiden. Untuk itu, IPW berharap Jokowi ikut mencermati proses "pemilihan" Kabaintelkam Polri yang baru agar Polri tidak salah pilih atau asal pilih.

Salam
Neta S Pane
Ketua Presidium Ind Police Watch
(TRIBUNnews/inc)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved