Polisi Siap Tembak Perusuh di Mahkamah Konstitusi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Polisi Siap Tembak Perusuh di Mahkamah Konstitusi

Polisi Siap Tembak Perusuh di Mahkamah Konstitusi

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 20 Agustus 2014 | 10.53

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan siap menindak tegas dan memproses hukum para perusuh saat sidang putusan gugatan Pilpres pada Kamis 21 Agustus 2014.

"Pasti tindak tegas kalau sudah mulai anarkis. Tegas itu kan ada berdasarkan ketentuan hukum. Tidak semata-mata harus keras, harus dipertanggungjawabkan juga," ungkap Dwi, Rabu (20/8/2014).

Dwi melanjutkan pihaknya tidak segan menembak para perusuh, dengan pertimbangan pelaku sudah membahayakan petugas dan masyarakat.

"Tentunya kita tidak mau ada unsur-unsur yang meracuni proses demokrasi. Kami lakukan tindakan sampai level 6, kita persiapkan pasukan anti anarkis," kata Dwi.

Untuk diketahui, dalam penanganan massa, kepolisian merujuk pada Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Enam Prinsip Penggunaan Kekuatan, yaitu:
1. Legalitas (harus sesuai hukum)
2. Nessesitas (penggunaan kekuatan memang perlu diambil)
3. Proporsionalitas (dilaksanakan seimbang antara ancaman yang dihadapi dan tindakan POLRI)
4. Kewajiban Umum (Petugas bertindak dengan penilaiaannya sendiri berdasarkan situasi & kondisi yang bertujuan menciptakan kamtibmas)
5. Preventif (mengutamakan pencegahan)
6. Masuk akal (tindakan diambil dengan alasan yang logis berdasarkan ancaman yang dihadapi)

Enam Tahapan Penggunaan Kekuatan:
1. Kekuatan yang memiliki dampak deteren (berupa kehadiran aparat POLRI atau kendaraan dengan atribut POLRI atau lencana)
2. Perintah lisan (ada komunikasi atau perintah, contoh : "POLISI, jangan bergerak!")
3. Kendali tangan kosong lunak (dengan gerakan membimbing atau kuncian tangan yang kecil timbulkan cedera fisik)
4. Kendali tangan kosong keras (ada kemungkinan timbulkan cedera, contoh dengan bantingan atau tendangan yang melumpuhkan)
5. Kendali senjata tumpul (Sesuai dengan perlawanan tersangka, berpotensi luka ringan, contoh dengan menggunakan gas air mata dan tongkat polisi)
6. Kendali dengan menggunakan senjata api (tindakan terakhir dengan pertimbangan membahayakan korban, masyarakat dan petugas)(tf/Tribunnews.com)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved