Pemkab Sukoharjo Genjot Pajak dan Retrubusi Daerah INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pemkab Sukoharjo Genjot Pajak dan Retrubusi Daerah

Pemkab Sukoharjo Genjot Pajak dan Retrubusi Daerah

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 22 Agustus 2014 | 17.23

Suasana sidang pembahasan APBD-Perubahan 2014 (Armin)
APBD-Perubahan 2014 Mengalami Difisit Rp 1,3 Miliar 

SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com :
Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P) tahun 2014 Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan signifikan. Perubahan anggaran belanja mengalami peningkatan cukup tajam, sehingga mengakibatkan difisit anggaran cukup banyak mencapai Rp 1,33 miliar. Difisit anggaran akibat dampak dari penambahan anggaran atau usulan dari satuan kerja perangkat daerah       (SKPD)

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), Drs H Agus Santoso menjelaskan, defisit anggaran  akibat  penambahan sejumlah anggaran yang tercantum dalam draft usulan APBD-P tahun 2014. Anggaran tersebut diantaranya, penambahan alokasi bantuan keungan Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 29,8 miliar dan penambahan dana pendapingan urusan bersama (DDUB) sebesar Rp 784,7 juta. Belum lagi untuk kegiatan penyebarluasan penyelenggaraan pemerintahan Rp 172 juta, anggaran gerakan kwartir Pramuka Rp pos 386,5 juta  dan pendayagunaan penyandang cacat Rp 30 juta.

Pada saat ini, kas Dearah di Pemkab Sukoharjo tercatat sebesar Rp 243,5 miliar. Sebagai rincian pendapatan sebesar Rp 126,3 miliar, dan sisa lebih perhitungan anggaran Rp 117,12 miliar. Sementara total kebutuhan Rp 244,8 miliar. Selanjutnya anggaran tersebut untuk kebutuhan pos belanja langsung Rp 156,7 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 5 miliar, sehingga terjadi kekurangan atau defisit Rp 1,336 miliar.

Menurut Sekda Pemkab Sukoharjo, Agus Santoso, untuk menutup defisit anggaran masih bisa diupayakan. Salah satunya melakukan koreksi pendapatan dan mengevaluasi belanja, paparnya saat rapat Badan Anggaran (Banggar) di ruang rapat DPRD Sukoharjo.

Menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD), Widodo SE MM, defisit anggaran Rp 1,3 M bukan menjadi persoalan besar. Sebab, masih bisa dilakukan upaya untuk menutup defisit anggaran tersebut. Salah satu upaya yaitu mengenjot pendapatan dari sektor pajak dan retribusi.

Disamping itu, juga akan dilakukan evaluasi dengan mengendepankan skala prioritas pada pos belanja. Yang pasti, dalam prakteknya mendahulukan belanja yang besifat urgen. Namun, opsi utama adalah meningkatkan pendapatan, namun kalau pendapatan belum bisa menutupi yang digukan nantinya adalah evaluasi belanja.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Nurdin SH mengatakan kebutuhan anggaran pendapatan dan belanja harus berimbang. Untuk menutupi defisit, dia lebih sepakat mengoptimalkan pendapatan. Untuk target pendapatan masih bisa dimaksimalkan, karena masih ada waktu empat bulan.

Sementara Wakil Ketua DPRD, Jaka Wuryanta SH menambahkan, menyoroti terbatasnya waktu pembahasan APBD-Perubahan 2014. Meski demikian, waktu yang mepet akan dimaksimalkan, sehingga permasalahan defisit anggaran bisa teratasi, paparnya. (Armin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved