KPU 'Smash' Kesaksian Tim Prabowo-Hatta di Sidang DKPP Pakai Data Detail INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » KPU 'Smash' Kesaksian Tim Prabowo-Hatta di Sidang DKPP Pakai Data Detail

KPU 'Smash' Kesaksian Tim Prabowo-Hatta di Sidang DKPP Pakai Data Detail

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 15 Agustus 2014 | 00.59

JAKARTA-INDEPNEWS.Com : Pertemuan tak sengaja antara komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dan politisi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan serta Komjen Budi Gunawan (BG) ternyata berbuntut panjang. Kesaksian pengurus Gerindra bernama Iswan Abdullah dan Fx Arif Puyono menyebutkan Hadar terlibat dalam perbincangan yang cukup lama dengan Trimedya.

"Saya lihat itu tidak 1 menit, (tapi) ngobrol lama. Setahu saya, beliau (Hadar) meninggalkan pukul 23.00 WIB. Ngobrol sekitar 1-1,5 jam," ujar Iswan saat ditanya Tim Advokasi Merah-Putih, Eggi Sudjana, di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (14/8/2014).

Hal yang sama juga dibenarkan oleh Arif. Bahkan, caleg Gerindra ini juga sempat menyapa dan menyempatkan diri ngobrol dengan Hadar di depan kasir.

"Kira-kira saya bicara 1 menit lebih, saya lihat Trimedya duduk dengan Budi Gunawan di kursi lain. Saya menyampaikan pemilu di Kalbar tidak baik nih bang, gimana. Saya mengeluarkan uneg-uneg saya terhadap proses pemilu di Kalbar," terang Arif.

"Seingat saya Bapak Hadar membantah itu fitnah. Tapi fakta tadi anda bilang 1-1,5 jam itu apa benar? Supaya bisa dilihat siapa yang bohong," tanya Eggi.

"Saya membantah Hadar Gumay ngobrol cuma 1 menit karena ngobrol sampai pukul 23.00 WIB, menunggu makanan saja lama," tegas Iswan.

Begitu tiba gilirannya memberi tanggapan, Hadar pun langsung memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Tanpa basa-basi, dia langsung mengeluarkan 'senjata' pamungkasnya.

"Tanggal 8 Juni saya sedag ke bimtek (bimbingan teknis). Saya ke restoran itu tanggal 7, bukan tanggal 8 Juni. Ini nyontek dari mana? Ini kesempatan saya menjelaskan ke semuanya, jadi pada malam itu rekan Iswan yang merasa tahu betul saya," ucap Hadar.

"Jam berapa saya ke sana?" tanya Hadar.

"Sekitar jam 21.00 WIB," jawab Iswan singkat.

"Salah! Saya masuk jam 22.00 WIB" tegas Hadar.

"Artinya sekitar jam 22.00 WIB lah, saya tidak lihat jam," kilah Iswan.

Belum puas, komisioner KPU ini kembali melempar pertanyaan kepada Arif.

"Berapa lama anda ketemu saya?" tanyanya.

"Sekitar 1 menit," jawab Arif tegas.

"Salah! Anda meninggalkan saya jam 22.49 jadi anda duduk dengan saya kurang lebih 18 menit," cecar Hadar.

"Tadi saya bilang kan 1 menit lebih!" balas Arif dengan nada sedikit meninggi.

Ketua DKPP Jimly Asshiddique terkesan dengan penjelasan Hadar yang detail, terutama mengenai jam-jamnya. Hadar pun menjawab, dia mencatat setiap detik gerak-geriknya yang terekam dalam CCTV agar dapat membuktikan dengan jelas kalau pernyataannya selama ini tidak mengada-ada.

"Karena saya merasa terfitnah. Anda tahu-tahu nongol dan duduk dengan saya itu selama 18 menit. Makanan saya selesai pada jam 23.16 WIB. Saya sudah tahu ada Trimedya di sana, saya paling malas nyapa di masa pemilu ini. Saya tidak kenal ada Budi Gunawan," semprot Hadar.

"Saya tahu betul peran yang harus dilakukan sebagai komisioner. Saya tidak membocorkan apa-apa saya hanya merespon Trimedya cuma say hello karena tidak kenal betul. Sekali lagi, saya ingjn menyampaikan bahwa apa yang diadukan secara adminsitratif nggak lengkap juga," imbuhnya.

"Justru kalau anda tidak balas menyapa, anda tidak etis," timpal Jimly.

Menutup penjelasannya, Hadar meminta ke DKPP agar perkara yang diadukan tim Prabowo-Hatta ditolak. Hadar pun memberikan ketegasan perbuatannya tidak melanggar kode etik dan merehabilitasi nama baiknya.

"Saya mohon ditolak dan menyatakan perbuatan saya bukan merupakan pelanggatan kode etik dan merehabilitasi," kata Hadar. (aws/detikNews)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved