KPU Siap Tepis Tudingan Saksi Prabowo-Hatta INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » KPU Siap Tepis Tudingan Saksi Prabowo-Hatta

KPU Siap Tepis Tudingan Saksi Prabowo-Hatta

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 09 Agustus 2014 | 08.23

JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ida Budhiati menyatakan, pihaknya tetap yakin dalam menghadapi gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2014.

Ida yakin Mahkamah Konstitusi dapat membuat putusan yang seadil-adilnya. "KPU selalu optimistis. KPU harus meyakini kinerjanya," kata Ida, saat dijumpai seusai sidang kedua PHPU, di Gedung MK, Jakarta, Jumat (8/8/2014) malam.

Meski begitu, Ida tak ingin memberi komentar terkait 25 saksi yang dihadirkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai pihak penggugat. Menurut Ida, hanya hakim konstitusi yang berhak memberikan penilaian kepada semua saksi yang memberikan keterangan tersebut.

Ida hanya menyampaikan bahwa KPU siap memberikan jawaban terkait keterangan saksi Prabowo-Hatta yang rata-rata mempermasalahkan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) di wilayahnya masing-masing.

Dia pun memastikan, laporan mengenai DPKTb itu bukanlah sebuah praktik kecurangan, melainkan ada kesalahan pengertian dari KPU daerah mengenai tata cara memilih DPKTb. "Pada prinsipnya, kita menjamin pelaksanaan pemilu, termasuk untuk mereka yang belum terdaftar di DPT, kita akomodasi di semua TPS. Jadi, secara prinsipil tidak ada masalah," ujarnya.

Sebelumnya, dalam sidang PHPU kedua, kubu Prabowo-Hatta menghadirkan 25 saksi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Seluruh saksi itu memberikan keterangan mengenai pelanggaran pemilu yang dilakukan KPU dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hampir semua saksi memberikan keterangan mengenai masalah DPKTb. Beberapa di antaranya mendapat teguran dari majelis hakim konstitusi karena memberikan keterangan tanpa ada bukti dan informasi yang jelas.

Dalam sidang kedua ini, majelis hakim juga memberi kesempatan kepada KPU dan kuasa hukum Jokowi-JK untuk memberikan tanggapan. Sidang berjalan sekitar 13 jam dengan tiga kali skors.

Sidang selanjutnya akan digelar pada Senin (11/8/2014) pagi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari KPU sebagai pihak tergugat dan pihak Jokowi-JK. (ia/gkw/KOMPAS.com)
Bagikan Berita :

1 komentar:

  1. Pembukaan Kotak sura merupakan Hak KPU sebagai yang paling berwenang melaksanakan PILPRES. Pembukaan kotak suara juga seharusnya ditanggapi dengan bijaksana oleh semua pihak. Coba kalau di dalam kotak suara itu tiba-tiba telah dimasuki barang-barang yang disusupi oknum atau pihak-pihak lain untuk menjatuhkan KPU, tentu hal itu akan merugikan KPU. Membuka surat suara adalah keputusan yang tepat. Langkah pertama memang tak perlu izin MK. Pertama karena kotak suara wewenang KPU kedua menjaga kemungkunan kalau-kalau MK tidak memberi izin. Dan urusan pembukaan kotak suara tidak ada hibungannya dengan kemenangan Jokowi-JK. Itu persolan MK dan KPU atas desakan pemohon. Nih sekedar Ilustrasi: Jika kotak suara tidak dibuka dulu sebelum ke MK, kemidian pas dibuka salam sengketa MK, tiba-tiba kertas suara dalam kotak semuanya memilih Prabowo, celak KPU. Jadi Pembukaan Kotak Suara adalah hal yang cerdas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Membuka Kotak Suara merupakan Hak Preogratif KPU.Karena bukti kecurangan dari penggelembungan suara yang dilaporkan oleh pemohon ke MK tidak terbukti secara kongkreet malah sebaliknya banyak pula ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh kubu capres no 1. Maka Jokowi tetap Presiden. Masalah pembukaan lotak suara tidak ada hubungannya dengan Pihak Jokowi. Itu adalah urusan KPU dan MK serta tidak bisa merubah hasil rekapitulasi suara PILPRES. Sesungguhnya pembukaan kotak suara mutlak hak peregratif KPU sebagai yang berwewenang melaksanakan PILPRES baik ada izin atau tidak dari MK. Mayoritas rakyat setuju bahwa PILPRES berlangsung adil dan jujur. Mari dengan segala kebijaksanaan kita terima hasil PILPRES yang telah diputuskan Tgl 22 Jully 2014.

    BalasHapus

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved