Keselamatan Jokowi Bisa Terancam Jika Tak Ikut Aturan Paspampres INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Keselamatan Jokowi Bisa Terancam Jika Tak Ikut Aturan Paspampres

Keselamatan Jokowi Bisa Terancam Jika Tak Ikut Aturan Paspampres

Ditulis Oleh redaksi Senin, 25 Agustus 2014 | 09.54

Presiden terpilih Jokowi resmi dikawal Paspampres
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) merasa pengamanan yang dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) nanti tak perlu berlebihan. Bahkan dia mengaku tak mau diatur oleh Paspampres dan ingin tetap bisa blusukan bertemu dengan rakyat.

Namun gaya merakyat Jokowi ini dinilai membahayakan dirinya sendiri. Meskipun keamanan Indonesia dalam keadaan kondusif, Jokowi dinilai wajib memenuhi protokoler keamanan sebagaimana seorang presiden.

Pengamat intelijen Wawan Hari Purwanto mengatakan, Jokowi harus mengikuti aturan pengamanan VVIP seorang presiden. Meskipun, ingin bertemu langsung dengan masyarakat atau blusukan, tempat tersebut harus sudah di sterilisasi.

"Kalaupun misalnya Pak Jokowi mau merakyat ya dipersilakan, tapi memang harus dilakukan sterilisasi untuk jaga-jaga kemungkinan yang akan terjadi. Kalau menjadi kebiasaan di mana dia terlalu dekat dengan orang-orang tanpa sterilisasi, nanti pasti dipelajari orang, ini membuka peluang melakukan niat-niat tidak baik terutama menyangkut keselamatan," kata Wawan saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (24/8).

Wawan pun mengisahkan tentang Perdana Menteri Swedia Olof Palme yang memimpin negaranya dengan sangat egaliter. Sering berjumpa langsung dengan masyarakat tanpa pengawalan yang ketat. Palme pun harus meninggal dunia karena ditembak oleh orang tak dikenal saat berjalan kaki usai menonton bioskop.

"Kita harus belajar, dulu ada Perdana Menteri Swedia Olof Palme, dia sangat egaliter sekali, pulang jalan kaki, suatu saat dipelajari orang, setelah pulang nonton bioskop dia ditembak orang," kata Wawan.

Dia tak melarang agar Jokowi sering blusukan dan bertemu dengan rakyat seperti yang kerap dilakukan saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Namun, harus dengan aturan sesuai standar keamanan seorang presiden, tempat-tempat yang dikunjungi harus dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.

"Karena nanti tentu akan ada orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk masuk di celah-celah itu untuk melakukan penyerangan. Maka itu harus selalu waspada, SOP harus dipegang, meskipun mau blusukan monggo, tapi harus ada pengamanan ring 1, ring 2, ring 3, kalau ada yang terobos itu di ring 3 saja, tidak boleh ada pembiaran atau menjadi melanggar SOP, nanti malah berbahaya," tutur Wawan.

Walaupun dia mengakui bahwa keamanan di Indonesia cukup kondusif sampai saat ini jauh dari keadaan yang terjadi di negara-negara berkonflik. Akan tetapi, potensi terjadinya kejahatan terhadap presiden akan tetap ada dan harus diwaspadai.

"Tapikan pada 2004 lalu ada latihan yang sasaran nembaknya Pak SBY, ada upaya pengeboman gubernur Sulawesi Selatan saat kampanye. Zaman Soekarno juga lebih banyak penyerangan hanya memang tidak dipublish. Sebetulnya zaman Pak Harto juga ada, cuma memang tidak dipublish," terang dia.

"Ini ya intinya hanya warning, karena kita kan ingin pencegahan dari pada penindakan, ini lebih baik mencegah tanpa mengurangi spirit untuk dekat dengan rakyat," imbuhnya. (Merdeka.com)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved