Hakim MK ke Saksi Prabowo: Kalau Gak Lihat Angka Jangan Sok Muda INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Hakim MK ke Saksi Prabowo: Kalau Gak Lihat Angka Jangan Sok Muda

Hakim MK ke Saksi Prabowo: Kalau Gak Lihat Angka Jangan Sok Muda

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 12 Agustus 2014 | 18.29

Ketua Majelis Hamdan Zoelva (Tribun)
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menegur saksi dari Kotawaringin, Kalimantan Tengah, yang diajukan pemohon pasangan capres dan cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Teguran berawal ketika Ketua Majelis Hamdan Zoelva meminta saksi untuk membacakan jumlah pemilih di Kotawaringin. Namun bukannya membacakan, saksi malah mengaku tidak jelas melihat tulisan angka yang dianggap terlalu kecil.

"Berapa jumlah pemilih di kecamatan tersebut?" tanya Hamdan saat sidang MK, Jakarta, Selasa (12/8).

Mendapat pertanyaan dari Hamdan, saksi tersebut tertunduk dan tidak segera menjawab. "Tulisannya terlalu kecil yang mulia," katanya.

"Kalau enggak lihat (angka) jangan sok muda, ada kaca mata gak di situ, pakai kacamata," lanjut Hamdan.

Di wilayah Kecamatan Pangkalannada, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah ini, kubu Prabowo-Hatta mempermasalahkan soal DPKTb (Daftar Pemilih Khusus Tambahan).

"Banyak DPKTb, di sini ada penyelewengan kepala desa mengeluarkan surat keterangan domisili, ada 94 surat keterangan domisili," terang saksi tersebut.

Sedangkan saksi kubu Prabowo-Hatta dari Kalimantan Tengah, Abdul Audah memberikan keterangan bila pihaknya mengendus adanya praktik bagi-bagi sembako sebelum pemungutan suara. Kejadian tersebut terjadi satu hari sebelum proses pencoblosan.

"Tanggal 8 Juli saya dan kawan-kawan menemukan tumpukan paket sembako dan kaos nomor urut dua di kantor kecamatan satu, saya videokan," kata Abdul.

Menurut Abdul, paket sembako tersebut berasal dari Pemkab Tanah Bumbu disertai foto bupati wilayah setempat. "Katanya ini paket Lebaran, dikasih awal puasa di masa tenang kampanye," imbuhnya.

Perlu diketahui, sidang gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di MK dengan pemohon pasangan Prabowo-Hatta untuk sementara diskors. Sidang bakal dilanjutkan pada pukul 17.00 WIB setelah salat asar. (Merdeka.com)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved