Woah.. PT. Beringin Jaya Abadi Obok-Obok Lahan Warga INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Woah.. PT. Beringin Jaya Abadi Obok-Obok Lahan Warga

Woah.. PT. Beringin Jaya Abadi Obok-Obok Lahan Warga

Ditulis Oleh redaksi Senin, 16 Juni 2014 | 15.02

Diduga Keras Melanggar UU No 4 Tahun 2009 Tentang Minerba dan Pelanggaran HAM

·    Aparat Hukum Diminta Tegas Menutup Aktivitas Tambang Batu Bara PT. BJA Sebelum Membayar Lahan Warga, Lahan Tumbuh serta Rumah Warga POKTAN KEDAK SEJATI yang sudah diporak-porandakan. 
·    Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 04 Tahun 2012 Bahwa Menambang minimal 500 meter dari fasilitas publik ikut juga dipecundangi. 
.    Laporan buat Kapolda Kaltim serta Kapolri dan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Presiden sebagai catatan hitam dunia pertambangan di kabupaten Kutai Kertanegara.

Rumah warga yang diporak-porandakan pihak PT. Beringin Jaya Abadi tidak berprikemanusian (Foto dari sumber yang terpercaya)


SAMARINDA - INDEPNEWS.Com : Setelah pemberitaan dipublikasikan melalui media ini, kami berusaha menghubungi berulangkali melalui via handphone tidak pernah di angkat, padahal handphone Sakti Gunawan selalu aktif, bahkan SMS tidak pernah dibalas untuk mempertanyakan dari mana Surat Tanah didapatkan. Sehingga hak Pemilik Lokasi warga yang sebagian dalam naungan Kelompok Tani KEDAK SEJATI sampai sekarang belum dibayar.

Hal tersebut menandakan tidak ada etikat baik dari pihak PT. Beringin Jaya Abadi melalui Sakti Gunawan yang diduga keras sebagai dalang pembuat skenario untuk memperkaya diri sendiri dengan para- para “MAFIA TANAH” dan diprakarsai bersama warga desa sungai payang yang sebenarnya tidak memilki lahan tersebut.

Menurut dasar pengakuan salah satu keluarga anak korban mengungkapkan. “Dasar bukti-bukti kami sangat akurat permasalahan ini sudah pernah sampai di Polres Kukar, tetapi mandek di tengah jalan hal tersebut juga pernah ditangani salah satu Lembaga, tetapi tidak ada titik terang, sehingga sebagian warga merasa kecewa, maklum yang punya saham di PT. BJA ada dugaan adalah keluarga orang nomor satu di Kabupaten Kutai Kertanegara. Kami hanya berharap dalam hal ini sudah cukup penderitaan kami sebagai rakyat kecil.

Demikian juga tanaman dan bahkan rumahnya dibongkar paksa oleh pihak PT. BJA yang dinilai tidak berperikemanusian, kami memiliki bukti-bukti berupa foto yang arogan di pihak PT. BJA yang berkantor di Tenggarong”, pungkas Junaidi. 

Junaidi juga menambahkan, “harapan kami pihak bapak kepala kepolisian Resort Kukar bersama Kasat Reskrim Kukar serta Bupati Kukar Ibu Rita Widyasari dan Instansi Dinas Pertambangan dan Para wakil rakyat untuk memanggil pihak pengelola PT. Beringin Jaya Abadi untuk membayar hak-hak warga dimana lahan, tanaman beserta rumahnya yang sudah diobok-obok oleh pihak PT. BJA.
Lahan garapan warga kelompok “KEDAK SEJATI” diobok-obok oleh PT. Beringin Jaya Abadi yang tidak mempunyai hati nurani dan dinilai melanggar HAM (Foto : warga Poktan Kedak Sejati)

Berdasarkan hasil data-data yang didapatkan serta hasil investigasi dari berbagai sumber yang sangat layak dipercaya, media ini berusaha mengumpulkan data-data akurat, bahwa pihak PT. BJA melalui SAKTI GUNAWAN diduga keras bekerjasama dengan warga Hannon serta Hambli membuat KELOMPOK TANI atas nama BEROAK SEJAHTERA yang dibuat pada tahun 2011, dengan dasar POKTAN tersebut untuk merampas lahan warga yang sudah bertahun-tahun menggarap dengan tanam tumbuh serta beberapa rumah digusur dari oleh pihak  PT. Beringin Jaya Abadi.

Dari analisa kronologi Sengketa lahan yang terjadi di wilayah konsesi Tambang Batu Bara PT. Beringin Jaya Abadi  dinilai sangat bertentangan dengan Undang-Undang No 4 Tahun 2009 pasal 136 ayat 1 yang berbunyi, “Pemegang IUP atau IUPK sebelum melakukan kegiatan operasi produksi wajib menyelesaikan hak garap tanam tumbuh dan bangunan rumah yang ada di atasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Serta Pasal 162 yang Berbunyi, “Setiap orang yang merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK yang telah memenuhi dalam pasal 136 dipidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.100.000.000 (Seratus Juta Rupiah) Pasal diatas dapat dijadikan dasar untuk menghentikan aktifitas pertambangan di lokasi PT. Beringin Jaya Abadi. Pasalnya karena para hak warga belum mendapatkan ganti sesuai Pasal 136 ayat 1 dalam Undang-Undang No 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batu Bara.

Lain hal yang diungkapkan saat media bertandang kerumah Ketua Lembaga Adat Besar Dayak Kaltim di Samarinda (Forum Kepala Adat Dayak ) Paulus Sadarudin mengatakan, “permasalahan ini sudah bergulir 8 bulan, kami yang menagani sebagai Kuasa Pendamping Kelompok KEDAK SEJATI persuratan sudah pernah kami layangkan ke Kapolres Kukar serta data-data pendukung tentang ulah oknum-oknum pihak PT. BERINGIN JAYA ABADI yang dilakukan oleh Sakti Gunawan yang bekerjasama dengan Hannong sama Saing serta Hambli, yang memporak-porandakan rumah serta tanam tumbuh warga Kelompok Tani KEDAK SEJATI dinilai sudah tidak berprikemanusian dan kami akan tetap mengawal masalah tersebut.

Dan kami juga akan menyurati pihak Kapolres Kukar lagi sampai tembusan ke Presiden. Ini sudah kejahatan kemanusian kami tetap menghargai pihak Kapolres Kukar, tetapi kalau tidak ada kejelasan kami akan bertindak tegas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, karena Negara kita adalah Negara hukum bukan Negara kekuasaan,” ungkap Paulus. (**Jaya**)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved