Kapolres Sumenep Dipolisikan ke Mabes INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Kapolres Sumenep Dipolisikan ke Mabes

Kapolres Sumenep Dipolisikan ke Mabes

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 11 Juni 2014 | 17.19

Berkaitan Laporan Polisi Tentang Pemalsuan Akta Kelahiran 
Polres Sumenep (Foto : Icho)
SUMENEP - INDEPNEWS.Com : Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko dipolisikan Hasan, warga Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting, Kepulauan Gili Raja. Orang nomor satu dijajaran Polres Sumenep itu, dilaporkan ke Divisi Propam Mabes Polri. Ia juga dilaporkan ke Komisi Polisi Nasional (KOMPOLNAS).

Semua itu, ditempuh Hasan lantaran laporannya tentang pemalsuan akte kelahiran dan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUK CAPIL) melalui Register Desa (Redes) Banbaru, Kecamatan Gili Genting, Ke Polres Sumenep, beberapa bulan lalu, hingga kini tidak ditindak lanjuti.

Menurut keterangan Ach. Supyadi, pengacara Hasan, laporan pemalsuan akte kelahiran itu sudah masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (DITRESKRIMUM) Polda Jawa Timur, pada 22 April 2014. Tapi kemudian menurutnya, kasusnya dilimpahkan ke Polres Sumenep.

“Karena pertimbangan, locus delictinya di Sumenep, sehingga pada 30 April dilimpahkan ke Polres Sumenep. Namun hingga saat ini tidak pernah ada tindak lanjut yang jelas”, Ujar Supyadi kepada wartawan (10/6). “Setelah kami konfirmasi beberapa kali ke SIUM Polres Sumenep, ternyata Laporan Polisi (LP) kami itu masih mengendap di meja Kapolres”.

Dia mengaku merasa kasihan kepada hasan, masyarakat kecil yang tidak mendapatkan perlindungan, pengayoman dan penegakan hukum dari institusi kepolsian Sumenep, dengan cara menyepelekan laporan tersebut.

“Setelah beberapa kali melakukan konfirmasi tidak didengarkan, kami mengambil sikap untuk melakukan upaya hukum terhadap Kapolres Sumenep (AKBP MARJOKO) dengan cara melaporkan pelanggaran kode etik dan disiplin tersebut ke Kompolnas dan Divisi Propam Mabes Polri” imbuhnya.

Dia lalu menginginkan, aparat penegak hukum juga diperlakukan sama secara hukum, ketika melakukan pelanggaran. Supyadi berharap dalam pelaporan tersebut untuk mengadili dan memberi sanksi kepada Kapolres Sumenep yang telah lalai melaksanakan tugasnya terhadap kelanjutan kasus tersebut.

“Selanjutnya dalam permohonan laporan, kami meminta untuk memberikan sanksi terberat kepada Kapolres Sumenmep dan laporan kami agar menjadi acuan bagi Polres lain yang tidak mengindahkan laporan dari masyarakat. Kami meminta agar Kapolres Sumenep dipecat dari keanggotaan Polri,” Tegasnya.

Ada Unsur Pelanggarannya
Terkait tuntutannya itu, Supyadi mengaku, punya dasar hukum yang jelas. Menurutnya, Kapolres sumenep secara keseluruhan melanggar hukum acara pidana atau Undang – Undang nomor 8 tahun 1981, juga mengacu kepada UU No. 2 tahun 2002 tentang kepolisian. Sehingga, hal tersebut ada unsur pelanggarannya.

“Selanjutnya, kami akan menindak lanjuti berupa mosi tidak percaya terhadap Kapolres Sumenep dengan meminta LP yang sudah dilimpahkan dari Ditreskrimum Polda Jawa Timur ke Polres Sumenep agar dilimpahkan kembali ke Polda Jawa Timur, dan agar dilanjutkan proses hukumnya,” Sergahnya.

“Sehingga semuanya terselesaikan dan adanya keadilan. Kami meminta Polda Jawa Timur untuk menyelesaikannya,” lanjut Supyadi.

Pihaknya juga mengaku beberapa kali menindak lanjuti kembali laporannya ke Kapolres Sumenep, tapi sampai saat ini tidak ditanggapi. “Dan itu menjadi bukti kehadiran saya diruang SIUM. Berapa kali saya kesana, jawabnya, LP ada di meja Kapolres,” akunya.

Sementara itu menurut saudara korban, Syaiful anang meminta kepada pihak yang berwenang tidak tebang pilih dalam memproses hukum yang dialami masyarakat kecil.

“Kami sebagai warga Gili Raja, menyayangkan Kapolres Sumenep yang selama ini tidak ada kepastian hukum. Apa kami perlu melakukan aksi unjuk rasa atau demontrasi ke Polres sehingga laporan kami bisa di proses. Pokoknya harapan kami ini secepatnya di proses,” Desaknya.

Dikonfirmasi soal langkah yang ditempuh Hasan itu, Kapolres Sumenep, menolak memberi keterangan. “Besok saja kalau mau konfirmasi,” ujarnya singkat (Icho)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved