Jeritan Hati Sejumlah Warga, Ulah Oknum Pihak PT. Beringin Jaya Abadi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Jeritan Hati Sejumlah Warga, Ulah Oknum Pihak PT. Beringin Jaya Abadi

Jeritan Hati Sejumlah Warga, Ulah Oknum Pihak PT. Beringin Jaya Abadi

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 07 Juni 2014 | 20.59

*** Garap Lahan Tanpa Kompensasi ke Warga ***
Area Tambang Batu Bara PT. Beringin Jaya Abadi di Kecamatan Loa Kulu Kutai Kertanegara (Foto:Junaidi)
TENGGARONG, KUTAI KERTANEGARA - INDEPNEWS.Com : Carut - marut seputar permasalahan dunia pertambangan ulah oknum - oknum mafia tanah yang bergentayangan sangat menghantui serta meresahkan masyarakat pemilik lahan yang sudah digarapnya selama bertahun-tahun, bahkan yang sudah mempunyai legalitas yang di perkuat kekuatan hukum dengan dasar PPAT dengan aparat perangkap mulai RT, Lurah serta Kepala Desa sampai kecamatan, diembat jua dan sangat jelas ada konspirasi serta jaringan yang diduga keras “MAFIA TANAH”.

Hal tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara yang sangat dikenal sebagai Kabupaten terkaya di Indonesia dengan Sumber Daya Alam yang melimpah yang terletak di Kecamatan Loa Kulu Desa Sungai Payang salah satu Kelompok Tani (Poktan) “KEDAK SEJATI” yang seluas kurang lebih 14 HA. Hal tersebut diperjelas setelah Media Independen News dengan menggunakan kendaraan roda dua sama warga dengan akses jalan yang tidak memadai untuk menemui Ketua RT 03 Desa Sungai Payang Suhardi di rumahnya mengatakan, “kami sebagai RT 03 sangat tahu lahan tersebut, jelas memang punya Poktan Kedak Sejati, yang kami herankan kenapa pemilik lahan tidak mendapat bayaran dari Pihah Pengelola untuk membayar kepada yang berhak, dengan dasar tersebut kami siap membuat pernyataan tertulis untuk membenarkan kebenaran lahan tersebut, padahal surat asli masih ada pada warga, tetapi pihak perusahaan belum membayarnya,” ungkapnya.


Lokasi Warga dalam naungan Kelompok Tani (Poktan) Kedak Sejati di Garap Pihak PT. Beringin Jaya Abadi Belum dibayar kepada Pemiliknya (Foto : Junaidi)
Di tempat yang berbeda Mantan Pj Kedes Eramsyah.H.M masa bakti tahun 1999-2001 juga mengatakan, “kami paham betul lokasi tersebut karena pada waktu itu kami masih menjabat, yang kami herankan ada dugaan oknum yang tidak mempunyai lokasi yang menjual kepada pihak PT. BJA dengan membuat surat lagi,” ucapnya.

Salah satu Team Pemegang Kuasa Muh. Nur Khalid saat Independent News menemuinya di Samarinda, “kami salah satu dari team Pemegang Kuasa dari 14 Ha yang dikuasakan dari pihak Husin bersama kelompoknya dan kami pernah menemui pihak PT. Beringin Jaya Abadi belum lama ini di kantornya melalui Sakti Gunawan, yang kami herankan mereka (Sakti-red) malah mau menuntuk balik kami, tetapi di saat kami minta legalitas tanah dibeli dari mana, ironisnya tidak mau menunjukkan.

Oleh karenanya kami sangat curiga ada sindikat oknum Mafia tanah di balik semua masalah tersebut, harapan kami semoga para petinggi serta jajaran aparat hukum yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara, diketuk hatinya oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut, serta pihak PT. Beringin Jaya Abadi membayar haknya warga seluas 14 Ha yang dikuasakan kepada kami.

Harapan kami semoga Ibu Rita Widyasari sebagai Bupati Kukar bisa merasakan jeritan hati warganya untuk memediasi dengan pihak Managemen PT. Beringin Jaya Abadi untuk membayar hak- hak warganya, kami  punya data - data pendukung masalah ini sudah pernah sampai ke Polres Kukar, yang sebelumnya diurus oleh salah satu Ormas, tetapi belum ada titik terang,” urai Muh Nur Khalid.

Salah satu pemegang kuasa Muh. Nur Khalid disaat wawancara dengan Wartawan Independen News (Foto:Jaya)
Lain halnya yang diungkapkan anak Husin yaitu Ardiasyah kepada Media ini, “kami terus terang lokasi punya bapak kami yang garap bersama kakak ipar kami Junaidi, dengan bercocok tanam untuk kebutuhan hidup keluarga kami, eehh..tak tahunya sudah dijual oleh oknum Mafia Tanah yang sebenarnya tidak memiliki lokasi di area konsesi tambang PT. Beringin jaya Abadi yaitu Hannon sama Hambli..wahh.. sekarang merekanya sudah langsung jadi OKB Alias Orang Kaya Baru dari hasil penjualan lahan Orang tua kami serta lokasi yang lainnya, bukti rumahnya sudah..cek..cek serta sudah punya mobil lebih 3, di tambah lagi usaha ayam potong di desa Sungai payang semuanya di duga hasil dari lokasi warga yang sudah di bayar dari Pihak PT.BJA begitupun Hambli juga langsung jadi Orang Kaya Baru (OKB). Ungkapnya dengan rasa sedih melihat lokasinya di garap tanpa mendapatkan kompensasi dari pihak PT. Beringin Jaya Abadi.

Yang Ironsi serta dianggap lucu, salah satu permainan akrobat alias dagelan yang dilakukan dari pihak managemen PT. BJA yang dilakukan oleh Sakti Gunawan kepada salah satu pemilik lahan Husin juga mengungkapkan, “kami pernah di bawakan uang sekitar seratusan juta dalam satu keresek oleh pihak PT. BJA, tetapi uang itu hanya kami pegang di pangkuan lalu di foto, digilir kepada rekan kami yang punya lokasi tetapi uangnya kami tidak didapatkan, yahh mungkin sebagai bukti untuk menipu kami, bahkan pernah diberi uang sekitar puluhan juta tetapi tidak ada bukti yang kami terima untuk apa semua itu, maklum kami dikira masyarakat bodoh harapan kami semoga ibu Bupati Rita Widyasari serta aparat Penegak Hukum tersentuh hatinya mengusut tuntas masalah ini,” ungkap Husin dengan mata berkaca-kaca.

Sampai berita ini diliris untuk dipublikasikan ke publik, Wartawan Independen News menghubungi Pihak PT. Beringin Jaya Abadi Sakti Gunawan via Handpone tidak pernah diangkat serta di SMS pun tidak ada balasan. (Jaya)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved