Din: Berlebihan Jika Pilpres Disamakan Perang Badar INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Din: Berlebihan Jika Pilpres Disamakan Perang Badar

Din: Berlebihan Jika Pilpres Disamakan Perang Badar

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 06 Juni 2014 | 04.10

Din Syamsuddin
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menilai sebagai sesuatu yang berlebihan jika Pilpres 2014 disamakan dengan Perang Badar, perang antara kaum Muslimin dengan orang kafir di masa Nabi Muhammad.

"Saya pribadi tidaklah berpandangan demikian (Pilpres 2014 sama dengan Perang Badar). Perang Badar sendiri merupakan peperangan antara Muslimin dan Musyrikin (orang syirik yang menyekutukan Allah). Sementara pasangan yang bersaing dalam kontestasi pilpres itu antara Muslim dan Muslim. Kurang arif jika digolongkan seperti itu, hal itu tidak perlu," kata Din di kantor MUI, kawasan Monumen Proklamasi, Jakarta, Kamis.

Din justru mendorong masyarakat, terutama orang Islam yang memiliki hak pilih, untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014 tanpa harus terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Terlebih belakangan banyak beredar kampanye hitam yang menggunakan isu SARA.

Menurut dia, isu-isu itu sangat sensitif dalam memecah belah persatuan umat, terutama di periode jelang pemungutan suara Pilpres 2014.

"Janganlah terjebak pada permusuhan dan pertentangan menuju perpecahan. Silakan tentukan pilihannya masing-masing sesuai fatwa kalbu masing-masing," kata dia.

Sebagaimana diberitakan, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais mengatakan pihaknya akan menggunakan mental Perang Badar dalam menghadapi pemilu presiden ini.

Partai berlambang matahari itu sendiri tergabung dalam koalisi yang mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, rival dari Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Amien saat itu mengutip semangat Perang Badar sebagai semangat perjuangan memenangkan Prabowo-Hatta, atau mengenyampingkan politik bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan jika pasangan nomor urut satu itu mampu keluar sebagai pemenang dalam Pilpres 2014.

"Dahulukan perjuangan ketimbang bagi-bagi harta rampasan perang, jangan menerapkan mental Perang Uhud (yang mengedepankan rampasan perang)," kata dia.

Menurut petinggi PAN itu, perjuangan tentara Muslim dalam Perang Badar juga membawa semangat ikhlas membela kehormatan diri dan tanah air.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo meluruskan pernyataan Amien Rais terkait Perang Badar. Menurut dia, pernyataan seniornya dipelintir oleh berbagai pihak.

Drajad mengatakan pemelintiran itu seolah-olah menggelorakan peperangan antara Muslim dan non-Muslim padahal bukan begitu adanya.

Di lain pihak, cawapres Jusuf Kalla menyesalkan pernyataan Amien Rais yang menyamakan pemilu presiden dengan Perang Badar.

"Jangan selalu berbicara permusuhan, kami menyesalkan yang mengatakan pemilu adalah Perang Badar. Indonesia jangan dijadikan seperti Afghanistan, Mesir atau Suriah. Kita ini damai," kata pria yang akrab disapa JK tersebut.(rr/Antara)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved