Tradisi Pulung Langse, Ribuan Peziarah Berebut Sobekan Kelambu Makam Kyai Balak INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Tradisi Pulung Langse, Ribuan Peziarah Berebut Sobekan Kelambu Makam Kyai Balak

Tradisi Pulung Langse, Ribuan Peziarah Berebut Sobekan Kelambu Makam Kyai Balak

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 01 Desember 2013 | 14.57

Tanpak Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, Wakil Bupati, Kepala SKPD, Camat dan Kepala Desa serta para tamu undangan hadir dalam acara tradisi pergantian Pulung Langse [Armin] 
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Tradisi tahunan setiap bulan Jawa Suro, digelar di obyek wisata ritual makam Kyai Balak, di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari Sukoharjo. Untuk tahun 2013 ritual pergantian kelambu atau yang dikenal dengan istilah Pulung Langse, bertepatan pada hari Minggu 1 Desember 2013.

Meski acara baru dimulai sekitar jam 07.30, namun antusias peziarah  sudah terlihat sejak jam 05.00. Bahkan, ratusan peziarah dari luar kota sudah datang sejak Sabtu siang dan menginap di sekitar makam Kyai Balak.

Acara Pulung Langse diawali dengan pelepasan pasukan pembawa gunungan keliling kampung. Sebelumnya, dilakukan acara pelepasan oleh Bupati H Wardoyo Wijaya SH. Setelah kirab selesai kembali ke pintu gebang komplek makam Kyai Balak dan gunungan besar langsung diserbu pengunjung.

Sebelum acara kirab, dilakukan pelepasan kelambu makam Kyai Balak, untuk dicuci di kali Samin yang berada di belakang komplek makam. Para peziarah berebut air bekas cucian kelambu, dimasukan dalam botol bekas minuman air mineral. Menurut peziarah, air bekas cucian kelambu untuk ajimat dan pelarisan bedagang.

Sementara itu, selesai acara peziarah berebut bekas kelambu yang diganti. Namun, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, panitia ritual penggantian kelambu makam Kyai Balak, menyediakan sobekan kelambu kepada peziarah yang membutuhkan.

Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Sukoharjo, Djoko Nurhadiyanto mengatakan, Budaya Pulung Langse di komplek makam Kyai Ageng Balak, sebagai wahana pengembangan potensi seni budaya daerah. Melalui kegiatan upacara pulung langse, diharapkan mampu meningkatkan citra baik (branding) potensi wisata ziarah makam Balakan dan menguatkan peran serta masyarakat dalam pelestarian budaya daerah serta sadar wisata.

Dengan dilaksanakannya Upacara Ritual Pulung Langse Makam Kyai Ageng Balak Desa Mertan Kecamatan Bendosari sebagai obyek wisata budaya, maka diharapkan pula meningkatkan kunjungan peziarah baik dari masyarakat Sukoharjo sendiri maupun dari luar Kabupaten Sukoharjo. Diharapkan juga, mampu meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi daerah dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada bapak dan ibu pengelola makam Ki Ageng Balak serta Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, makam Kyai Ageng Balak di Desa Mertan memiliki daya tarik tersendiri kemudian dikemas menjadi suatu ritual yang dijadikan event pariwisata setiap tahun.

Menurut Bupati, makam Kyai Balak sudah dikenal masyarakat luas bukan hanya di Solo Raya, tapi sampai luar pulau Jawa, sudah datang ke makam di Sukoharjo ini. Untuk itulah kerjasama antara masyarakat Desa Mertan dan Kenokorejo ini saling bahu membahu untuk menjadikan Makam Ki Ageng Balak ini sebagai wisata ziarah nasional.

Hadir pada kesempatan ini Muspida, Wakil Bupati, Kepala SKPD, Camat dan Kepala Desa serta para tamu undangan. Sementara pengunjung makam Kyai Balak, selain dari Sukoharjo, Solo Raya juga dari Semarang, Jakarta, Jawa Timur dan dari Kalimantan. (Armin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved