Pemerintah Nunggak Jamkesmas Sebesar Rp 1,8 Triliun INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pemerintah Nunggak Jamkesmas Sebesar Rp 1,8 Triliun

Pemerintah Nunggak Jamkesmas Sebesar Rp 1,8 Triliun

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 01 Desember 2013 | 07.09

Ilustrasi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) 
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Fantastis, tunggakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sangat mencengangkan. Meski saat ini, sudah memasuki akhir bulan tahun anggaran 2013, tunggakan Jamkesmas yang belum dibayar cukup mencengangkan. Tercetat, Pemerintah masih mempunyai tunggakan Jamkesmas sebesar Rp 1,8 triliun.

Terkait dengan banyaknya tunggakan Jamkesmas, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) akan berusaha maksimal melunasi tunggakan tersebut. Paling tidak, pada bulan Desember 2013 akan dibayar sejumlah Rp 500 miliar.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD menyampaikan, angka nominal tersebut sesuai dengan yang diajukan oleh pihaknya kepada pihak DPR RI belum lama ini. Berkaitan dengan itu, Kemenkes mendesak untuk segera menyetujui pengajuan dana Rp 500 miliar sehingga bisa segera dibayarkan Desember 2013.

“Tunggakan Jamkesmas mencapai Rp 1,8 triliun, kemarin kami mengajukan dana sejumlah Rp 500 miliar ke DPR RI. Tapi mereka masih akan merapatkannya terlebih dahulu, padahal ini sudah akan memasuki bulan Desember dan kami harap itu segera disetujui sebelum pertengahan bulan Desember 2013 dan segera dibayarkan,” ujar Ghufron kepada audiens di sela - sela diskusi dalam acara Peresmian IT Mandiri Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso, Sukoharjo, Sabtu (30/11) kemarin.

Gufron menghimbau, bagi rumah sakit yang merasa mendesak dan khawatir dengan kemungkinan terjadinya gangguan cash flow, maka dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) bisa ikut membantu pembayaran pihak rumah sakit terlebih dahulu. Begitu pula dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang meski baru diterapkan pada 1 Januari 2014, namun bisa membantu hal itu dengan dana yang telah tersedia.

“Jika khawatir cash flow, Pemerintah Daerah (Pemda) mungkin bisa ikut nalangi dulu. Atau BPJS yang uangnya juga sudah ada itu mungkin bisa digunakan. Prinsipnya akan kami bayar tunggakan (Jamkesmas) meski belum semua,” kata dia.

Berdasarkan data ada dua rumah sakit besar di Solo, Jamkesmas belum dibayar cukup banyak. Dua rumah sakit yaitu RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Solo dan RSUD dr Moewardi Solo mencapai Rp 52 miliar. (Armin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved