Orang Mati pun Dicantumkan di DPT INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Orang Mati pun Dicantumkan di DPT

Orang Mati pun Dicantumkan di DPT

Ditulis Oleh redaksi Senin, 02 Desember 2013 | 06.52

Ilustrasi DPT 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Penyusunan daftar pemilih Pemilu 2014 sudah lama dilakukan. Lima tahapan dilalui, mulai dari penyusunan DAK2 dilanjutkan DP4, DPS, DPSHP hingga penetapan DPT, seharusnya cukup untuk menghasilkan DPT yang valid dan final. Namun, hingga penetapan DPT pada hari Senin 4/11/2012 yang lalu, masih banyak ditemukan data pemilih tanpa NIK, data ganda dan data pemilih siluman (nama aneh). Atas rekomendasi Bawaslu, perbaikan DPT harus dilakukan oleh KPU hingga 30 hari ke depan (4/12/2012), padahal perbaikan atas DPT tidak diatur dalam UU No. 8 tahun 2012.

Menjelang batas akhir waktu yang diberikan kepada KPU untuk memperbaiki DPT Pemilu 2014, beberapa pengamat peduli pemilu melihat belum ada perubahan yang cukup signifikan. Masih banyak ditemukan data pemilih tanpa NIK, pemilih ganda dan pemilih siluman (nama aneh), bahkan data pemilih sebelum penetapan DPT dan sesudah perbaikan DPT pun hampir sama. Kalau demikian, apa yang dilakukan oleh KPU dan Kemendagri perihal perbaikan DPT tersebut.

Forum Akademisi Informasi dan Teknologi (FAIT) melakukan penyisiran terhadap DPT Pemilu 2014 dibeberapa Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dari hasil penyisiran tersebut, FAIT masih menemukan banyak pemilih tanpa NIK, pemilih ganda dan pemilih siluman. Bahkan FAIT menemukan pemilih yang sudah meninggal dunia pun dimasukkan ke dalam DPT dengan jumlah yang cukup signifikan Ketua DPW FAIT Sumut, Kristian Telaumbanua mengatakan, penyisiran yang dilakukan terhadap DPT Sumut berhasil menemukan data pemilih tanpa NIK, pemilih ganda, pemilih siluman bahkan warga yang sudah meinggal dunia pun dimasukkan ke dalam DPT.

“Kami menemukan bahwa pemilih tanpa NIK terjadi hampir merata di semua Kelurahan/Desa di Sumut. Berdasarkan sampel yang kami ambil, jumlah pemilih tanpa NIK di Sumut rata-rata hampir mencapai 10 %”, urai Kristian Telaumbanua.

“Sedangkan persentase tertinggi pemilih tanpa NIK di Sumut mencapai 67,9 persen yang ditemuka di Kabupaten Asahan, Kota Kisaran Timur, Kelurahan Lestari. Sedangkan untuk Kota Medan, pemilih tanpa NIK pun ditemukan di semua kelurahan yang ada di lingkup Kota Medan”, lanjut Kristian Telaumbanua

Sementara itu, Ketua Umum DPP FAIT, Hotland Sitorus  mengatakan bahwa kinerja Komisioner KPU dan Kemendagri harus dievaluasi sebab perbaikan DPT tidak serius dilakukan.

“FAIT tidak saja menemukan pemilih tanpa NIK, pemilih ganda, atau pemilih siluman, tetapi juga pemilih yang orangnya sudah meninggal dunia dan jumlahnya cukup signifikan”, sebut Hotland Sitorus yang juga dosen IT di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar.

“Jika orang yang sudah meinggal dunia pun dimasukkan ke dalam DPT, bukankah TPS juga harus disediakan bagi mereka?”, tanya Hotland Sitorus.

Senada dengan Hotland Sitorus, Sekjen DPP FAIT, Janner Simarmata meragukan keseriusan KPU dan Kemendagri untuk memperbaiki DPT Pemilu 2014.

“FAIT sudah berulang kali menyuarakan hal ini. Namun, KPU dan Kemendagri sepertinya tidak peduli. Biarlah masyarakat yang menilai KPU dan Kemendagri”, tandas Janner Simarmata.

“FAIT berharap, sisa 2 (dua) hari yang masih tersisa dapat dimanfaatkan KPU dan Kemendagri untuk memberesi DPT dengan baik dan jujur. Apalagi KPU dan Kemendagri mengeluarkan pernyataan seakan-akan sudah memperbaiki DPT, kenyataannya masih jauh panggang dari api”, lanjut Janner Simarmata.

“Apabila hingga tanggal 4/12/2013 KPU tidak mampu memperbaiki DPT, maka seluruh Komisioner KPU dan Mendagri harus mundur sebagai wujud tanggung jawab atas ketidakmpuan mereka” pungkas Janner Simarmata. [fait] 
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved