Terkait Terjadinya Guguran Material Hasil Erupsi Merapi Warga Waspada, Tambang Pasir Jalan Terus INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Terkait Terjadinya Guguran Material Hasil Erupsi Merapi Warga Waspada, Tambang Pasir Jalan Terus

Terkait Terjadinya Guguran Material Hasil Erupsi Merapi Warga Waspada, Tambang Pasir Jalan Terus

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 23 November 2013 | 10.47

Terjadinya guguran material dari puncak Gunung Marapi yang memunculkan kolom asap dan hujan abu, sementara aktivitas penambang pasir di Kali Woro jalan terus (Sumanto) 
KLATEN - INDEPNEWS.Com : Fluktuatifnya aktivitas Gunung Merapi dan ancaman lahar dingin ternyata ditanggapi santai oleh masyarakat di wilayah lereng Gunung Merapi. Masyarakat di wilayah Desa Balerante, Sidorejo maupun Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten tetap menjalani aktivitas seperti biasa.

Dari pantauan di wilayah lereng hingga Sabtu (23/11) menyebutkan kalau warga tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Bahkan aktivitas penambangan pasir juga tetap dilakukan di wilayah tersebut yang termasuk zona enam kilometer dari puncak Merapi tersebut.

‘’Sejak terjadinya guguran material dari puncak Gunung Marapi yang memunculkan kolom asap dan hujan abu beberapa waktu lalu, kita tetap menjalani aktivitas ini. Karena kalau tidak bekerja, kita mau makan apa,’’ jelas Wardi, seorang penambang di Kali Woro.

Meski demikian sejumlah warga mengaku sudah mendengar adanya informasi tersebut. Hanya saja warga menilai wilayahnya termasuk daerah aman. "Kami telah mendapat informasi soal kondisi Merapi saat ini masih tetap tenang (status normal Merapi, red). Namun di sini (Balerante, red) status apapun tidak ada masalah. Di sini termasuk aman,’’ kata Sukamto, tokoh masyarakat Desa Balerante, Kemalang, Klaten.

Pernyataan Sukamto ini berbeda dengan peta yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta yang memasukkan Desa Balerante sebagai daerah bahaya.
‘’Pihak pos pengamatan melakukan patroli terus. Tadi pagi, saya sempat bertemu dan mereka telah memberikan informasi kalau di sini tidak masalah alias aman,’’ lanjut Sukamto.

Menurut Kades  Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Suroso, hujan abu ataui debu vulkanik tak dirasakan warga di desanya, kendati kabarnya di wilayah Kabupaten Sleman dan Magelang terasa. Namun diakui, desanya yang berjarak hanya tiga kilometer dari puncak Merapi tersebut, warganya mendengar suara gemuruh yang sangat keras pada Minggu (17/11) lampau. "Suara yang sangat keras tersebut sempat menimbul keterkejutan, dan warga sempat berhamburan kelur rumah," katanya.

Di lain pihak, tim Search and Rescue (SAR) Klaten kembali menyiagakan diri. Sejumlah personil langsung bertolak ke wilayah lereng Gunung Merapi. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi kalau sampai terjadi bencana.

‘’Kita langsung menerjunkan personil bertolak ke wilayah lereng. Kita juga langsung memetakan jalur evakuasi kalau sampai terjadi bencana. Sejumlah personil stand by di base camp di utara Deles,’’ jelas Komandan SAR Klaten Pandu Wirabangsa SH.
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved