Tanpa Melakukan Apa-Apa Saja Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5% INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Tanpa Melakukan Apa-Apa Saja Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5%

Tanpa Melakukan Apa-Apa Saja Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5%

Ditulis Oleh redaksi Senin, 04 November 2013 | 16.08

Jusuf Kalla saat menjadi Pembicara CEO Networking 2013 di Nusa Dua Bali [HA] 
BALI - INDEPNEWS.Com : Lagi, peran mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla sebagai seorang tauladan di berbagai bidang Nampak jelas. Hari ini Senin (4/11/2013) ia didapuk menjadi pembicara dalam CEO Networking 2013 dengan tema “Improving Governance to Embrace Globalization and Integration di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan dampak pemilu 2014 terhadap perekonomian nasional. Menurutnya dari 10 pemilu terakhir hanya satu yang pernah ricuh yaitu pada pemilu 70-an.

Hal tersebut disebabkan pada pemilu mendatang banyak partai bertarung, tidak ada perasingan head to head. Ideologi partai pun makin kabur karena yang sekuler menampung suara Islam dan partai yang mengusung ideology Islam juga mengakomidasi suara sekluer.

Yang lebih penting adalah siapa yangg menang pemilu akan menentukan cara atau bagaimana pemerintah mewujudkan cita-cita bangsa ini.

Menurut JK, Indonesia kedepan harus siap menghadapi krisis yang berasal dari luar dan dalam negeri atau eksternal dan internal.

Eksternal yaitu krisis global yang terajdi di benua Eropa dan ketidakstabilan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diprdiksi dapat saja berimbas ke China, lalu menular ke Indonesia. Yang berbahaya jika AS yang krisis karena ini akan lebih berdampak daripada Eropa. Indonesia hanya berinteraksi dengan AS terutama di sektor keuangan.

Penyebab dari  internal, kata JK, lebih disebabkan pada kebijakan publik yang tidak ideal. Sebut saja kebijakan terkait BBM, infrastruktur yang parah, biaya rutin negara yang selalu tinggi
Subsidi BBM membuat trade deficit, karena 40% kebutuhan BBM dari impor. Besarnya subsidi menyebabkan budget defisit.

Padahal, lanjut JK bagi Indonesia, tumbuh 8-9% setiap tahun sangat mungkin jika kebijakan publik dikelola dengan baik. “Tumbuh 8-9% sangat bisa tanpa melakukan apa-apa saja ekonomi negara kita bisa tumbuh 5%,” ujarnya.

JK juga menyampaikan hambatan ekonomi Indonesia dapat terhambat karena korupsi. Korupsi memang terjadi, tetapi sesungguhnya yang korup itu-itu saja. Kebebasan pers membuat korupsi banyak terekspos sehingga publik tahu. Jaman orde baru, kata JK sama saja.

Selanjutnya perbedaan korupsi dulu dan sekarang adalah definisi korupsi yang berubah. Jika dahulu hanya jika memperkaya diri sendiri, sekarang memperkaya orang lain juga dianggap korupsi tentunya diperjelas dengan undang-udang.

Menurut JK terkuaknya banyak kasus korupsi merupakan perkembangan yang sangat bagus. Kita semua dorong terus supaya standar kita tentang pengelolaan (governance) menjadi lebih tinggi.

JK tidak lupa menambahkan bahwa faktor penting yang menghambat pertumbuhan adalah kelambatan menggambil keputusan, padahal ini sangat mempengaruhi bagaimana Negara ini berjalan.
“Tidak ada yang mau ambil risiko hal ini merupakan sebab perlambatan ekonomi kita,” tutupnya. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved