Tak Pernah Diberitahu Tentang Century, JK: "Kesimpulan Rapat 20 Nopember 2008 Ekonomi RI Masih Baik" INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Tak Pernah Diberitahu Tentang Century, JK: "Kesimpulan Rapat 20 Nopember 2008 Ekonomi RI Masih Baik"

Tak Pernah Diberitahu Tentang Century, JK: "Kesimpulan Rapat 20 Nopember 2008 Ekonomi RI Masih Baik"

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 24 November 2013 | 15.51

Ilustrasi kasus Bank Century 
JAKARTA-INDEPNEWS.Com : Rapat tanggal 20 Nopember 2008 diselenggarakan oleh Wapres HM. Jusuf Kalla di kantornya adalah rapat tentang situasi perekonomian Indonesia secara umum. Rapat yang oleh Pak Boediono disebut rapat besar, dihadiri menteri terkait, termasuk Gubernur BI yang saat itu dijabat Boediono.

Sesuai penjelasan yang saya peroleh dari M. Jusuf Kalla yang kini berada di London untuk menjadi pembicara pada Seminar Perdamaian, saya ingin menjelaskan bahwa dalam rapat itu, M. Jusuf Kalla, menanyai satu persatu menteri yang hadir, termasuk kepada Pak Boediono.

Boediono pada rapat tersebut menyampaikan paparannya. Dari paparan yang disampaikan Pak Boediono, tidak satupun menyebutkan bahwa Bank Century bermasalah dan butuh bantuan dana sebesar 630 milyar rupiah.

Jadi sejak semula Pak JK tidak pernah dilapori perihal "nasib" Bank Century. Atau pada rapat tanggal 20 Nopember tersebut, Gubernur BI, Boediono tidak memberi laporan tentang kodisi Bank Century.

Karena tidak terdapat hal-hal spesifik terhadap perekonomian nasional kecuali Rupiah terkoneksi menjadi 12.400 rupiah/dolar AS seperti juga melemahnya mata uang beberapa negara lain.  Maka rapat tersebut menyimpulkan sekalipun situasi ekonomi dunia tidak kondusif menyusul krisis di Amerika dan nilai rupiah terkoneksi, namun sejauh itu Perekonomian Indonesia masih baik.

Sehingga Anggito Abimayu selaku Kepala Badan Pengendali Fiskal Departemen Keuangan RI, yang sesudah rapat menggelar jumpa pers menyampaikan kepada publik perihal masih terkendalinya perekonomian nasional. Keterangan pers Anggito Abimayu ini bisa dicek di berita harian Kompas  tanggal 21 Nopember 2008.

Menurut Anggito Abimayu pada jumpa pers tersebut seperti yang dikutip Kompas tanggal 21 Nopember 2008, "makroekonomi 2008 masih sesuai target dengan pertumbuhan rata-rata per tahun 6,2 persen dengan perlambatan di kuartal III dan IV. ”Untuk 2009, kami akan melihat seluruh perkembangan ekonomi dunia. Ada kemungkinan untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi 6 persen,” ujarnya.

Koreksi juga akan dilakukan untuk sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, suku bunga, pasar surat utang negara, dan pasar modal. APBN 2008 juga dinilai aman dengan target pencapaian penerimaan naik 5 persen di atas APBN-P.

Anggito mengemukakan, surplus APBN 2008 cukup membantu pembiayaan APBN 2009 yang kritis. Defisit juga turun menjadi 1,1 persen terhadap PDB (Rp 51 triliun) dari perkiraan 2,1 persen. ”Surplus bisa dipakai untuk 2009,” ujarnya(Anggito Abimayu)Kompas tanggal 21 Nopember 2008 Selengkapnya :
http://tekno.kompas.com/read/2008/11/21/06061999/gejolak.rupiah.pemerintah.masih.percaya.diri [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved