Pro Kesejahteraan Buruh, Pemerintah Harus Tekan Biaya Logistik dan Bunga Bank INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pro Kesejahteraan Buruh, Pemerintah Harus Tekan Biaya Logistik dan Bunga Bank

Pro Kesejahteraan Buruh, Pemerintah Harus Tekan Biaya Logistik dan Bunga Bank

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 05 November 2013 | 19.37

Jusuf Kalla 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Duta Besar Kanada Donald Bobiash berkunjung ke kediaman mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ketua DMI Jusuf Kalla sebelumnya menghadiri Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) V Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat di Bandung pada Selasa (5/11).

Dubes Kanada pun diterima dengan baik setelah JK sempat bersenda-gurau dengan cucu-cucunya ketika sampai di kediamannya di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan.

Kedua tokoh tersebut membicarakan berbagai hal mulai dari toleransi beragama di Indonesia, kemajuan PMI, dan prospek ekonomi Indonesia. Terkait dengan ekonomi paskah 2014, JK meyakinkan bahwa Indonesia akan mampu mempertahankan pertumbuhan. Permasalahan yang terjadi saat ini sifatnya temporer atau sementara saja, setelah mencapai keseimbangan baru segalanya akan membaik.

JK mengatakan bahwa apa yang dialami oleh melemahnya ekonomi Indonesia saat ini disebabkan konsumsi BBM yang berlebihan, di sisi lain APBN masih menanggung subsidi yang besar.

"Trade defisit saat ini disebabkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlebihan", padahal 40% BBM kita berasal dari impor, pada saat yang bersamaan pendapatan ekspor kita turun akibat harga batubara, Crued Palm Oil (CPO), dan gas alam yang menurun. 

Jusuf Kalla juga menyadari bahwa harga batubara dan gas alam dunia sulit untuk naik di masa mendatang salah satunya akibat ditemukan alternatif baru, yaitu shale gas di berbagai negara.

Menurut JK, dalam perbincangan yang sangat menarik itu, PR Indonesia di masa mendatang adalah bagaimana kita bisa menaiki global chalenge chain, memproduksi barang jadi, bukan menjual bahan mentah saja. JK memang selama ini menekankan produktivitas perekonomian harus ditingkatkan dengan meningkatkan nilai tambah.

“Ini akan menjadi mudah, jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia ditingkatkan” ujar JK. Dalam bidang ini, Indonesia sudah sadar, hanya ada tiga negara di dunia yang mencantumkan dengan jelas budget untuk pendidikan di konstitusi mereka, yaitu Argentina, Taiwan dan Indonesia. 20% alokasi APBN untuk pendidikan.
“Ini awal yang baik, tetapi diperlukan eksekusi yang baik pula,” ungkapnya.

JK dengan percaya diri mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa Industri di mana Indonesia siap bersaing di pasar global. Industri komponen dan automotif misalnya, Indonesia lebih kompetitif daripada Thailand, yang selama ini dianggap sebagai "produsen" automotif kawasan.

Bicara tentang industri, Dubes Kanada tidak lupa bertanya tentang demo buruh di Indonesia. JK yang pro terhadap kesejahteraan buruh berpendapat bahwa upah buruh masih rendah, perlu dinaikkan tetapi secara bertahap, supaya bisnis juga tidak terganggu. JK juga mengatakan bahwa pada saat yang bersamaan, produktivitas buruh harus ditingkatkan, melalui perbaikan skill.

Kata JK, upah buruh yang rendah tersebut, salah satunya disebabkan tingginya biaya bunga, biaya logistik dan ketidakpastian hukum di Indonesia. Bunga di Indonesia salah satu yang tertinggi di kawasan ekonomi regional. Biaya logistik juga, nilainya hampir 20% dari GDP kita. Hal ini menyebabkan biaya produksi mahal oleh karena itu gaji buruh sering jadi korban. Tetapi, buruh juga harus paham, demonstrasi bukan cara yang baik, perlu duduk bersama membahas perbaikan. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved