Politik Harus Kedepankan Norma INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Politik Harus Kedepankan Norma

Politik Harus Kedepankan Norma

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 20 November 2013 | 16.38

Jusuf Kalla 
YOGYAKARTA - INDEPNEWS.Com : Penyelenggaraan pemilu tahun depan akan seperti pertandingan sepakbola Antara tim-tim besar seperti Manchester United (MU) lawan Arsenal. Sebab, belum jelas siapa yang akan memenangkan pemilu. Hal ini disampaikan oleh Jusuf Kalla pada acara Dialog Kebangsaan dalam Pentas Budaya Nasional yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (20/11). 

“Pemilu 2014 sangat menarik, seperti pertandingan MU lawan Arsenal. Belum jelas siapa yang menang. Kalau MU lawan PSIM Yogya, ya ngga menarik, sudah jelas siapa yang menang, kan? " kata JK disambut tawa sekitar ribuan hadirin.

JK mengatakan bahwa siapapun yang dipilih menjadi presiden 2014 nanti, hendaklah kita memilih seseorang berkarakter pemimpin yang mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik. Lebih lanjut, JK sampaikan bahwa Indonesia butuh pemimpin yang mampu dan tegas tanpa melupakan kejujuran. 

“Untuk bisa tegas ya harus jujur. Seseorang hanya bisa tegas jika ia tidak mempunyai baggage, semisal catatan buruk atau agenda tersembunyi," kata JK.

Menurutnya pemimpin harus jujur supaya bisa jadi tauladan, tetapi juga harus mampu supaya tidak ditipu dan supaya dihormati. 

Selanjutnya, JK berbicara soal gaya kepemimpinan yang tepat untuk Indonesia saat ini. Menurutnya, pemimpin yang sukses adalah mereka yang tahu pada zaman apa mereka sedang hidup. 

“Pemimpin harus sesuai dengan jamannya. Bung Karno pintar berorasi, sebab itulah yg dibutuhkan bangsa ini waktu itu, untuk menyatukan. Sementara saat ini rakyat butuh kesejahteraan hidup yang lebih baik. Pemimpin saat ini harus bisa mewujudkan itu,” tukas JK.

Ketika menyinggung soal modal kemajuan untuk bangsa, JK katakan bahwa tidak ada bangsa di Asia yang mempunyai modal sehebat Indonesia. Coba lihat, di Indonesia ada sinar matahari, iklim yang baik, sumberdaya alam melimpah, demografi yang potensial dan sebagainya. Apa yang salah di negeri ini? Kita bisa maju asal bisa memanfaatkan potensi, seloroh Ketua Umum PMI ini. Menurut JK, potensi-potensi tersebut bisa jadi pilar kemajuan, tetapi juga bisa jadi kendala. 

“Keanekaragaman budaya kita saat ini justru menjadi kendala. Sering ada konflik, padahal keanekaragaman adalah sumber kemajuan,” ujarnya. 

Semuanya memerlukan kepemimpinan, kata JK. Singapura tak akan maju tanpa Lee Kuan Yew, Malaysia tak maju tanpa Mahatir, China terbelakang tanpa Deng Xiaoping. Jadi, kepemimpinan itu sangat penting.

JK mengatakan bahwa proses kaderisasi pemimpin di negara demokrasi adalah melalui jalur pilkada dan pemilu. Disinilah politik berperan penting sehingga politik yang berbudaya dan beradab sangat diperlukan. Menurut JK, politik adalah cara untuk mempunyai kekuasaan, tidak ada orang membuat partai untuk sekedar jadi oposisi. 

“Kalau prosesnya tidak beradab, kualitas pemimpin juga dipertanyakan,” tegas JK. 

Demokrasi adalah cara, kata JK, yakni cara untuk memilih pemimpin dan mengambil keputusan. Jadi, demokrasi bukanlah tujuan. Karena itu, supaya tujuan mulia bangsa kita terwujud, proses politik juga harus menjunjung tinggi norma.

Dalam orasinya, JK mengawali cerita dengan pengalamannya minggu lalu ke sebuah masjid di Prambanan, di dekatnya ada candi Buddha dan candi Hindu yg terjaga kerapian dan kebersihannya. Ibu-ibu berjilbab mengunjungi candi, lalu sholat di mesjid. 

"Indah bukan keragaman Indonesia ini?" tanya JK. 

Hanya di Indonesia bisa begitu, tukas Ketua Dewan Masjid Indonesia ini. Menurutnya, Indonesia memiliki budaya nasional yang merupakan abudaya lokal yang disatukan.


“Di Yogya ada gamelan, di Papua ada tari-tarian tombak, di Makassar ada tarian Angin Mamiri, di Padang ya tari Lilin. Indonesia itu bangsa besar yang beranekaragam tetapi tetap menyatu. Perbedaan adalah kekuatan kita,” ujar JK yang disambut tepuk tangan para hadirin. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved