Parkir Sembarangan Puluhan Mobil Kena Sanksi Gembok INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Parkir Sembarangan Puluhan Mobil Kena Sanksi Gembok

Parkir Sembarangan Puluhan Mobil Kena Sanksi Gembok

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 17 November 2013 | 15.09

Mobil parkir sembarangan digembok oleh petugas 
SURAKARTA - INDEPNEWS.Com : Puluhan Mobil yang parkir sembarangan di Jl. Kolonel Sutarto, tepatnya di jalur lambat depan RSUD dr. Moewardi Solo terjaring razia dengan sanksi penggembokan, Sabtu (16/11).

Razia gabungan kali ini terdiri atas UPTD Perparkiran Dishubkominfo, Bidang Lalu Lintas, Denpom IV Solo, Satlantas, Sabhara, dan Bareskrim Polresta Surakarta, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Asosiasi Perparkiran Kota Surakarta dan Satpol PP, menyasar sejumlah jalan utama. Diantaranya Jalan Kolonel Sutarto, Jalan Ki Hajar Dewantara, Jalan Ir Juanda, Jalan RE Martadinata dan Jalan Urip Sumoharjo (Kawasan Pasar Gede).

Penyisiran pertama dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di kawasan jalur lambat depan RSUD dr. Moewardi, hasilnya tidak kurang dari 22 mobil yang merupakan mobil keluarga pasien, koas, karyawan RSUD, serta mobil taksi terjaring razia dan dikenakan sanksi gembok. Tim gabungan juga mengamankan satu juru parkir (Jukir) liar dan dua Jukir tanpa dilengkapi Kartu Tanda Anggota (KTA). Mereka langsung dibawa ke Kantor UPTD untuk pendataan dan pembinaan.

Penerapan sanksi gembok di lokasi itu sempat menimbulkan ketegangan dari pemilik kendaraan. Beberapa pemilik kendaraan, bahkan sopir taksi marah-marah dengan petugas saat roda kendaraan mobilnya sisi kiri depan digembok petugas. Menurutnya, penggembokan dilakukan langsung tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat. Sehingga dia mengaku kaget melihat kendaraan miliknya tiba-tiba digembok.

Kasubag TU UPTD Perparkiran Solo, Henry Satya Nagara mengatakan sebenarnya sosialisasi tentang Penyelenggaraan Perhubungan sudah gencar, rambu larangan parkir juga sudah dipasang jelas, tetapi masih saja banyak pelanggaran terbukti dalam razia ini ada 22 kendaraan yang terdiri dari 10 taksi dan 12 mobil pribadi yang terjaring razia dengan sanksi gembok.

”Mobil-mobil itu terbukti melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 4. Selain itu, Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan pasal 225 ayat 4,Kendaraan roda empat itu terparkir sembarangan di kawasan bebas parkir. Adapun mengenai pemberitahuan tentang penertiban parkir dikawasan RSUD dr. Moewardi, Henry mengatakan pihaknya telah melayangkan surat peringatan kepada pihak RSUD tentang pengelolaan parkir.

Henry menambahkan, pemberlakukan sanksi gembok dan derek sudah dimulai di kawasan Coyudan dan city walk. Selanjutnya, pemberlakuan akan meluas ke lokasi lainnya. dalam pemberlakukan sanksi gembok dan derek bagi pengguna atau pemilik kendaraan yang melanggar dikenakan biaya administrasi penggembokan atau penderekan serta surat tilang oleh kepolisian. Besaran denda atas pelanggaran tersebut senilai Rp100.000 untuk penggembokan dan Rp 250.000 untuk kendaraan yang diderek. mobil yang dikenakan gembok roda mendapat dua berkas. Pertama, berita acara penggembokan. Kedua, surat tilang dari kepolisian.

“Kendaraan bisa dibawa setelah pelanggar membayar biaya buka gembok sebesar Rp 100 ribu. Namun, untuk mengurus tilang, pemilik kendaraan tetap harus menjalani sidang di pengadilan." Dengan diberlakukannya sanksi gembok dan denda diharapkan mampu memberi efek jera bagi pelanggar. dan diharapkan pula warga memahami aturan yang berlaku dan mematuhi segala peraturan perparkiran" tegas Henry. (bs/ska)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved