Orang Waras Berdebat dengan Ruhut, Malah Turun Kelas INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Orang Waras Berdebat dengan Ruhut, Malah Turun Kelas

Orang Waras Berdebat dengan Ruhut, Malah Turun Kelas

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 27 November 2013 | 09.38

Ruhut Sitompul - Jokowi Presiden RI 2014 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Jika orang waras berdebat dengan Ruhut Sitompul, sama saja mendegradasi (menurunkan) kelas. Jika Ruhut Sitompul ingin berdebat, maka yang cocok adalah dengan Sutan Batugana atau Eyang Subur, Anas Urbaningrum, bahkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat.

“Jadi kalau Ruhut menantang Jokowi untuk berdebat, salah alamat, karena Jokowi adalah orang waras, Jokowi pemimpin dunia sekelas Barack Obama, Nehru, Tito, Gambal Abdul Nasser,” kata Syafti Hidayat Ketua DPP Relawan Jokowi (Bara JP), di Jakarta Rabu (27/11).

Syafti mengatakan, debat, berasal dari bahasa Inggris, debate, yang maknanya mempertukarkan gagasan. Kalau tidak ada pertukaran atau perbandingan gagasan, bukan debat (debate). Elektabilitas Partai Demokrat terus menurun, karena tidak dibangun debat sehat.

“Publik tahu kelas apa itu si Ruhut, apakah dia melakukan sesuatu yang berguna untuk publik, atau hanya membela pemimpin yang bicara dan bicara. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menurun terus, inflasi terus menanjak, jadi Ruhut dari kelompok bicara dan bicara,” katanya.

Untuk membuktikan bahwa Ruhut memang kurang waras, Syafti Hidayat menyatakan siap berdebat dengan Ruhut. Dari perdebatan tersebut, orang akan tahu apakah memang Ruhut masih waras atau tidak.

Seperti diketahui, Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menantang Gubernur DKI Jokowi untuk berdebat secara terbuka di depan umum. Tantangan itu dia lontarkan terkait dengan tingginya popularitas dan elektabilitas Jokowi.

Ruhut mengatakan, tingginya elektabilitas Jokowi, dikarenakan bekas Wali Kota Solo itu selalu muncul di televisi. "Kalian yang angkat Jokowi, padahal dia tidak pernah debat. Yang kayak begitu mestinya diperhatikan dengan detail," kata Ruhut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2013.

Ruhut juga membandingkan tokoh dan partai lain yang setiap hari beriklan di televisi. Tak heran, kata dia, popularitas tokoh tersebut menjadi tinggi.

Ruhut mengatakan, partainya sudah terpuruk terlalu dalam saat dipimpin Anas Urbaningrum. Saat itu, elektabilitas Demokrat terpuruk hingga angka 7 persen. (RJ)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved