Optimisme Prospek Ekonomi Indonesia dan Menariknya Pemilu 2014 INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Optimisme Prospek Ekonomi Indonesia dan Menariknya Pemilu 2014

Optimisme Prospek Ekonomi Indonesia dan Menariknya Pemilu 2014

Ditulis Oleh redaksi Senin, 04 November 2013 | 16.35

Jusuf Kalla sebagai pembicara CEO Networking 2013 di Bali [HA] 
NUSA DUA - INDEPNEWS.Com : Bila melihat hingar-bingar pentas politik yang suhunya naik turun di Indonesia, banyak yang menilai bahwa imbasnya akan mengenai kinerja ekonomi negeri ini. Namun mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pemilu 2014 terhadap ekonomi. Menurutnya, dari 10 pemilu terakhir hanya satu yang pernah ricuh yakni tahun 70-an.

Dalam arahannya pada CEO Networking 2013 di Bali 4 November 2013 JK menjelaskan bahwa ada dua alasan mengapa pemilu 2014 akan aman. “Pertama, pemilu nanti melibatkan banyak partai, jadi tidak ada saingan head to head. Kedua, Ideologi partai makin kabur, yang sekuler makin Islami, yang Islami makin sekuler,” kata JK.

Akan tetapi, siapa yang menang pemilu akan menentukan cara atau bagaimana pemerintah mewujudkan cita-cita yang tercantum dalam dasar-dasar negara. JK menjelaskan bahwa tantangan Indonesia dalam menghadapi krisis ada dua yakni eksternal dan internal.

“Yang eksternal yaitu krisis global Eropa dan USA yang berimbas ke China, lalu menular ke Indonesia. Tapi, krisis Amerika lebih berdampak dari krisis Eropa karena kita lebih banyak berinteraksi, terutama di sektor keuangan. Sementara sebab internalnya adalah karena kebijakan publik yan tidak ideal. Kebijakan terkait BBM, infrastruktur yang parah, biaya rutin negara yang lebih tinggi,” papar JK.

Menurut JK, subsidi BBM telah membuat trade defisit, karena 40% kebutuhan BBM dari impor.
Di tengah lesunya perekonomian dalam negeri, kini sebagian besar data pertumbuhan ekonomi Indonesia tak menunjukkan keyakinan pertumbuhan yang lebih tinggi dari 6 persen. Namun JK berpendapat lain. Indonesia bisa tumbuh 8-9% setiap tahun. Sangat mungkin. Asal kebijakan publik dikelola dengan baik, kata JK.

Menyinggung soal salah satu penghambat pembangunan yakni korupsi, Ketua Palang Merah Indonesia ini mengatakan bahwa korupsi yang terjadi di Indonesia tak berubah dari waktu ke waktu.

“Sesungguhnya yang korup itu-itu saja. Press freedom membuat korupsi terekspos, sehingga publik tahu. Jaman Orba, sama saja (jumlah korupsinya). Tetapi definisi korupsi berubah,” papar JK.

Menurutnya, dulu korupsi adalah jika memperkaya diri sendiri, tetapi sekarang memperkaya orang lain dianggap korupsi. Akan tetapi, JK yakin bahwa perkembangan penanganan kasus korupsi makin bagus dan harus dorong terus supaya standar good governance Indonesia makin tinggi.

Berbicara mengenai faktor lain penghambat kemajuan bangsa, memang masih banyak hal yang perlu dibenahi di negeri ini selain pemberantasan korupsi. “Faktor penting yang menghambat (kemajuan bangsa) adalah kelambatan menggambil keputusan. Tidak ada yang mau ambil risiko. Hal ini merupakan sebab perlambatan ekonomi kita,” ungkap JK.

Menurutnya, saat ini pun Indonesia sebenarnya bisa tumbuh 8-9%. Tanpa melakukan apa-apa pun Indonesia sekarang bisa tumbuh 5%, jelasnya. Namun, JK jelaskan bahwa desentralisasi yang belum berjalan sempurna memperlambat pertumbuhan.

Untuk memajukan perekonominan, JK tegaskan bahwa pemerintah saat ini berusaha untuk membesarkan pasar modal. Karena, semakin besar perusahaan, semakin besar pendapatan pajak pemerintah, dan makin besar lapangan kerja.

“Tapi jangan sampai kapital mengontrol kebijakan pemerintah. Pasar modal dan Pasar Tanah Abang sama pentingnya,” kata JK mengingatkan.

Mengenai pengaruh politik pada ekonomi secara khusus, JK menjelaskan bahwa di Indonesia telah terjadi decoupling/pemisahan antara ekonomi dan politik. Jadi apa yang terjadi di bidang politik tidak selalu berpengaruh bagi ekonomi.

Pemilu seperti sepak bola
JK yang baru-baru ini memantau pemilu Azerbaijan. Mengatakan bahwa dengan penduduk 3 juta mereka bisa menghasilkan minyak lebih dari 1 juta barel per hari.

“Bagusnya, semua tenang di sana. Pemilu baru-baru kemarin juga tenang sekali. Hingga, seorang pengamat dari Pakistan merasa bosan. Soalnya tidak ada bom dan tembakan,” disambut tawa hadirin

Tentang Pemilu Indonesia 2014 nanti, berbeda dengan di Azerbaijan, JK menganggap bahwa pemilu itu nanti adalah yang paling menarik sejauh ini dan menegangkan seperti pertandingan besar sepak bola.

“Pemilu nanti itu paling menarik. Karena tegang, tidak ada yang tahu hasilnya. Kayak Barca lawan Real Madrid. Kalau Barca lawan Persija pasti nggak tegang, sebab semua sudah tahu hasilnya,” katanya yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

JK memperkirakan akan ada 3 atau 2 pasangan capres-cawapres pada pemilu bila dilakukan sekarang.

“Kalau 3, kandidatnya adalah Jokowi atau Mega, Aburizal, dan calon dari Demokrat atau Gerindra. Ada kemungkinan juga cuma dua yakni calon dari PDIP dan calon Golkar berkoalisi dengan Demokrat,” ungkap JK.

Tentang siapa-siapa yang akan menjadi kandidat pemimpin negeri ini, JK yakin, pada Januari atau Februari mulai jelas siapa saja yang akan maju. Sementara banyak pihak yang kini sudah ingin menjadikan JK sebagai calon presiden RI nanti di 2014, JK mengaku bahwa dirinya sama dengan teman-temannya yang lain, menunggu.

JK bercerita bahwa ia pernah ditanya istri karena sering keluar menghadiri acara. Kata istrinya, kenapa tidak rileks di rumah saja. Kepada istrinya JK jelaskan alasan mengapa ia terus aktif hingga kini.

“Saya tanya ke istri, apa mau negeri ini dipimpin oleh pak A, istri saya bilang, jangan. Dengan Pak B? Jangan, jawab istri saya. Atau Pak C? Jangan, jawab istri saya lagi,” cerita JK.

Dengan penjelasan itu, Mufidah JK, Istri JK pun mengerti dan mendukung JK untuk terus aktif dan ‘tampil’ lagi.

Dengan situasi pembangunan dan ekonomi yang terpuruk saat ini, negeri ini harus dipimpin oleh orang yang tahu masalah dan bisa ambil krputusan. Akan menjadi parah situasinya jika dipimpin oleh orang yang coba-coba, tak tahu masalahnya dan tak mau ambil keputusan.

JK mengatakan, pemilu bisa jadi stimulus ekonomi. Sekarang hotel-hotel di daerah penuh oleh acara-acara partai. Industri transportasipun tak ketinggalan, pesawat terbang lalu lalang antarkan para caleg tunaikan agenda politiknya.

JK meyakini bahwa Pemilu 2014, Indonesia akan lebih baik.

“Insyaallah Indonesia akan jauh lebih baik setelah 2014 nanti. Sebab, di tahun 2014, rakyat akan cari pemimpin yang merakyat. Baliho dan iklan tidak lagi penting. Masyarakat akan cari penyanyi yang bisa benar-benar bekerja untuk rakyat dan menghibur juga rakyat kecil,” pungkas JK. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved