Nurul Arifin Sudah Minta Maaf, Ya Sudahlah INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Nurul Arifin Sudah Minta Maaf, Ya Sudahlah

Nurul Arifin Sudah Minta Maaf, Ya Sudahlah

Ditulis Oleh redaksi Senin, 18 November 2013 | 06.39

Nurul Arifin 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Nurul sudah minta maaf, ya sudahlah, kata Ketua PMI M. Jusuf Kalla yang juga Ketua DMI menjawab pertanyaan wartawan soal pernyataan Nurul Arifin, Jubir Partai Golkar.

Nurul sudah minta maaf dan membantah sendiri apa yang disampaikan, kata JK usai memberi sambutan pada peluncuran buku Hoegeng, 16/11 di Pondok Indah Mall.

Menurut Husain Abdullah, media officer M. Jusuf Kalla, Pernyataan Nurul Arifin, ada juga hikmahnya, karena memberi kesempatan menjelaskan kepada publik, bahwa bicara soal PMI dan DMI, sejak dipegang JK memang seperti disulap dan tiba tiba menjadi lembaga yang prestisius.

Tidak ada Palang Merah di Asia yang memiliki 12 helikopter siap pakai selain PMI. Adapun DMI dengan semboyan "Makmurkan mesjid dan dimakmurkan Mesjid," kini memprogramkan pembenahan 50 ribu mesjid untuk perbaikan sound system, pembukaan Pendidikan Anak Usia Dini, Loket loket bank syariah dan layanan kesehatan.

PMI di tangan JK tidak saja diperkuat fasilitas lengkap, tetapi juga aksi lapangan tanggap darurat bencana di berbagai lokasi bencana. PMI yang turun dengan peralatan mobil "huglund" menyerupai mobil tank menjadi ujung tombak saat Gunung Merapi meletus, juga ketika banjir besar di Jakarta. Bahkan kiprah PMI di tangan JK hingga ke mancanegara, seperti membuka "isolasi" masuknya bantuan ke kemanusiaan ke Myanmar saat konflik antar etnis melanda negeri tersebut tahun 2012 dan yang paling aktual PMI mengirim bantuan kemanusiaan ke Filipina yang tengah menghadapi bencana angin topan Haiyan.

Saya ingin memberi kesaksian bahwa sangat tidak berdasar kalau JK semurah yang dituduhkan nurul yaitu memanfaatkan kedua lembaga tersebut sebagai alat politik. Sebab keduanya dipimpin JK setelah terpilih secara aklamasi dan jauh sebelum hiruk pikuk politik jelang 2014 berlangsung.

Jadi JK itu dipilih secara aklamasi.nSelama kepemimpinannya di kedua lembaga ini, JK mewanti-wanti agar tidak dimanfaatkan sebagai alat pencitraan. Suatu ketika Egy Massadiah, yang juga fungsionaris Golkar menyarankan agar Pak JK, memasang umbul umbul bergambar JK untuk setiap kunjungan Pak JK ke PMI di daerah. Egy pun langsung dihardiknya, "jangan Egy saya tidak mau ada foto-foto saya seperti itu, ini urusan kemanusiaan," kata JK.

Bulan Ramadhan 2012 lalu, ada lagi orang dekatnya menyarankan kepada JK agar mencetak selebaran jadwal Ramadhan bergambar JK; itupun langsung ditampiknya. "Tidak baik urusan agama kita pasang pasang foto, nanti pula dikira kampanye," kata JK. Padahal hal seperti itu sudah lumrah dilakukan oleh siapapun. Namun JK sama sekali tidak ingin memakai cara cara itu.

Ramadhan tahun ini, saya sendiri kembali menyarankan agar memasang spanduk ucapan selamat berpuasa dan hari raya Idul Fitri di seluruh mesjid di Indonesia, bergambar JK, tapi tetap ditolak mentah mentah oleh JK.

JK bahkan menolak sumbangan 50 unit mobil Service sound system keliling, dari adiknya Halim Kalla, karena mensyaratkan memasang foto JK pada mobil tersebut, selaku ketua Dewan Mesjid.

Itulah saya katakan, tuduhan Nurul arifin itu tidak berdasar. Sebab apa yang dia tuduhkan justeru hal yang paling dihindari oleh JK selama ini. Karena itupula JK sempat terusik membaca pernyataan Nurul dan memberi pelajaran kepada Nurul dengan tidak langsung menerimanya ketika Nurul mau menghadap menyampaikan permohonan maaf.


"Ya semoga saja ini menjadi pelajaran bagi siapapun dan bukan saja kepada Nurul Arifin, agar tidak mudah berburuk sangka. Apalagi jadi alat politik kelompok tertentu," pungkas Husain Abdullah. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved