KPK Juga Menetapkan Wawan Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Alkes INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » KPK Juga Menetapkan Wawan Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Alkes

KPK Juga Menetapkan Wawan Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Alkes

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 13 November 2013 | 10.58

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Bertambah lagi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Setelah menjadi tersangka kasus dugaan suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, kini KPK menetapkan suami Wali Kota Tangerang Selatan, Banten Airin Rachmi Diany itu sebagai tersangka kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) Tangerang Selatan.

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan Selasa (12/11), selain  Wawan, KPK juga menetapkan Dadang Priatna dan Mamak Jamaksari sebagai tersangka kasus tersebut.

Dadang ialah Komisaris PT Mikkindo Adiguna Pratama, sedangkan Mamak Jamaksari merupakan pejabat pembuat komitmen di Dinas Kesehatan Tangsel.

Johan menambahkan, PT Mikkindo Adiguna Pratama merupakan rekanan pengadaan alkes itu. KPK menduga terjadi pengelembungan dana proyek dengan anggaran Rp 23 miliar itu.

Menurut Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Uchok Sky Khadafi, PT Mikkindo Adiguna Pratama memenangi proyek alkes di Tangsel dengan penawaran Rp 23 miliar. Padahal, PT Palugada Mandiri menawar Rp 17,2 miliar.

PT Mikkindo juga memenangi pengadaaan alkes penunjang puskesmas dengan anggaran Rp 10,4 miliar, sedangkan PT Palugada Mandiri menawar Rp7,7 miliar.

“Lelang alkes di Tangsel bukan kompetisi yang sehat. Wawan itu berperan mengatur pemenang tender, terus di mana posisi wali kotanya?” cetus Uchok.

Uchok menambahkan, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, perlu dimintai pertanggungjawaban karena membiarkan suaminya memainkan proyek alkes.

“Seharusnya Airin mencegah, bukan malah mengakomodasi.’’

Johan mengatakan penyidik belum punya rencana memeriksa Airin. “Namun jika diperlukan, KPK akan memanggil,’’ ucapnya.

Peneliti Indonesia Corruption Watch Ade Irawan pun sepakat KPK harus mengusut dugaan keterlibatan keluarga Wawan. “Kalau bicara soal korupsi, Wawan tak punya jabatan di Banten. Yang mesti ditelusuri KPK selanjutnya adalah orang yang punya jabatan. Mereka termasuk keluarga Wawan. Tidak mungkin Wawan leluasa tanpa dukungan mereka,” tegasnya.

Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah adalah kakak kandung Wawan. Ratu Atut telah dicekal KPK. [PNo250]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved