Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Maklumat Sinuhun PB XIII Tak Digubris, Dewan Adat Nekat Gelar Kirab INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Maklumat Sinuhun PB XIII Tak Digubris, Dewan Adat Nekat Gelar Kirab

Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Maklumat Sinuhun PB XIII Tak Digubris, Dewan Adat Nekat Gelar Kirab

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 05 November 2013 | 14.59

Mobil kepolisian Polresta Solo yang akan mengawal kirab saat berada di depan Kamandungan. 
(Foto: Zaenal Huda) 
SOLO - INDEPNEWS.Com : Maklumat yang dikeluarkan Sinuhun PB XIII, tentang ditiadakannya acara kirab Malam 1 Sura  dan pembubaran Lembaga Dewan Adat ternyata tak digubris oleh kelompok tersebut. Bahkan, acara kirab tetap berlangsung meski kubu Dewan Adat hanya mengarak kerbau Kiai Slamet, tanpa diiringi pusaka-pusaka milik Keraton Kasunanan.

Pantauan semalam sejak pukul 21.00 menyebutkan, suasana panas dan tegang menjelang acara kirab langsung muncul. Menyusul kubu Dewan Adat juga mengerahkan sekitar tiga ratusan kelompok pencak Silat SH Teratai dari wilayah Sragen dan Wonogiri. Kabar yang beredar, kelompok tersebut telah dipersiapkan guna mengantisipasi munculnya aksi penggagalan kirab tersebut. Meski kenyataannya tidak terbukti.

“Ada sekitar tiga ratusan massa dari kelompok SH Teratai yang kini telah berkumpul di Alun-alun Utara. Selain itu ada pula kelompok SH teratai berasal dari Wonogiri, yang mengawal kerbau Kiai Slamet keluar dari kandangnya menuju Kamandungan,” kata sumber kepolisian yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, ribuan massa yang berada di depan teras Kori Brojonolo serta halaman Kamandungan Keraton Surakarta telah terkonsentrasi sejak pukul 21.00. Mereka berasal dari berbagai daerah di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Adanya maklumat, yang dikeluarkan PB XIII terkait ditiadakannya kirab memang sempat membuat warga yang datang bertanya-tanya.

Salah seorang warga Jatisrono Wonogiri Sugimo (54) mengaku tak peduli adanya konflik yang kini tengah membelit di keraton tersebut. Dirinya datang kesini hanya untuk ngalap berkah Malam 1 Suro, yang telah menjadi tradisi dan dilakukannya bertahun-tahun.

“Saya tiap Malam 1 Suro, selalu datang kesini untuk ngalap berkah. Dan itu saya lakukan sejak tahun 80-an. Kalau soal konflik saya gak peduli. Saya tahunya ya dari berita-berita itu,” kata lelaki itu polos.

Lain halnya dengan Erwin (28) warga Kalijambe Sragen. Dirinya justru penasaran dengan adanya banyak berita yang muncul soal konflik keluarga keraton tersebut. Maka, dia bersama teman-temannya datang untuk melihat acara kirab tersebut. “Untung semuanya berjalan lancar. Soal konflik, biar mereka sendiri yang gegeran. Kita tahunya kesini mau nonton kirab kerbau Kiai Slamet,” katanya.

Namun penantian itu akhirnya terjawab, sekitar pukul 00.15 kerbau Kiai Slamet akhirnya muncul dan diarak keliling Kota Solo, meski tanpa diiringi pusaka-pusaka milik Keraton Kasunan, pasca pecah konflik antarsaudara di keraton tersebut.

Dibawah pengawalan ketat aparat keamanan Polresta Surakarta dan TNI, dibantu Pramuka, Menwa kirab kerbau Kiai Slamet akhirnya dimulai. Sejak dari halaman Kamandungan, hingga melewati Lawang Gapir Lor ribuan massa telah menanti kerbau bule milik Keraton Kasunanan tersebut.

Yang menarik, meski diikuti ribuan abdi dalem di belakang kerbau tersebut. Namun tak satu pun pusaka dalem milik keluarga Trah Mataram itu ikut diarak. Dari jumpa pers sebelumnya, yang ditegaskan Maha Menteri Panembahan Agung KGPAA Tejowulan, bahwa Gedong Pusaka, tempat menyimpan pusaka-pusaka milik keluarga Trah Mataram itu, telah digembok oleh Sinuhun PB XIII. (Nal)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved