Jokowi Sebagai “Public Darling” Tinggal Peresmian Saja INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Jokowi Sebagai “Public Darling” Tinggal Peresmian Saja

Jokowi Sebagai “Public Darling” Tinggal Peresmian Saja

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 09 November 2013 | 15.47

Jokowi Sebagai “Public Darling” saat berbaur bersama masyarakat [tpc] 
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Jokowi yang sudah berpindah dari media darling (tokoh yang disukai media) menjadi public darling (tokoh yang disukai rakyat), sebetulnya tinggal peresmian saja dan sekedar mengikuti prosedur politik untuk menjadi Presiden RI.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr Victor Silaen dan wartawan senior Satrio Arismundar dalam kursus pelatihan strategi media yang diadakan Relawan Jokowi (Bara JP) di Jakarta Sabtu (9/11).

Berbicara dalam sesi pertama dengan Max Lawalata sebagai moderator, Victor mengatakan, sejak putaran pertama pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sudah media darling. Sejak awal 2013 Jokowi menjadi public darling. Karena publik yang mau, tak ada yang bisa mencegah.

“Nasib bangsa ini jangan sampai diserahkan kepada orang yang tidak jelas. Sementara ini hanya Jokowi yang dipercaya rakyat, fakta ini harus diyakini semua pihak sebagai keinginan rakyat yang tidak bisa dibendung,” kata Victor, mantan wartawan Tempo dan Forum.

Victor yakin, dukungan rakyat bukan hanya berupa pilihan di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga berupa energi berupa waktu dan biaya. “Rakyat juga akan mengawal Jokowi, supaya bisa bekerja dengan tenang,” kata Victor, mantan wartawan majalah Tempo dan Forum.

Satrio yang berbicara pada sesi dua, mengatakan, mencermati perkembangan sekarang ini, Jokowi hanya menunggu formalitas parpol mengajukan Capres. “De facto, Jokowi sudah terpilih,” ujar Satrio wartawan Kompas yang dikenal sebagai peliput perang.

Menurut Satrio, sekarang ini banyak yang bersikap nihilistik, semua salah. Ada saja yang tak setuju Jokowi 2014. Namun ketika ditanya siapa Capres yang cocok, tak bisa menjawab. “Kalau cuma bisa omong begitu, kan nihilistik, semua salah,” katanya.

Gerakan rakyat seperti Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Relawan Jokowi, Bara JP), menurut Satrio tidak terjebak pada birokrasi partai. Semua orang bisa bergerak sendiri-sendiri, mengambil inisiatif sesuai kondisi masing-masing.

“Hanya relawan yang bisa kreatif. Orang yang tak bermotif uang, akan selalu menggali potensi. Sampai sekarang, hanya Jokowi yang mempunyai relawan, yaitu yang tidak digerakkan oleh partai (PDIP) dan Jokowi sendiri. Makanay tinggal peresmian saja,” tukas Satrio. (RJ)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved