JK: Jangan Masjid itu Indah Tetapi Sekitarnya Kumuh INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » JK: Jangan Masjid itu Indah Tetapi Sekitarnya Kumuh

JK: Jangan Masjid itu Indah Tetapi Sekitarnya Kumuh

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 05 November 2013 | 14.58

Jusuf Kalla menyampaikan sambutannya dengan mengajak umat untuk memaknai peran masjid lebih dari sekedar tempat ibadah ritual 
BANDUNG - INDEPNEWS.Com : Jusuf Kalla hadir dalam Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) V Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat di Bandung pada Selasa 5 November 2013. Dalam kesempatan ini, mantan Wakil Presiden ini menyampaikan sambutannya dengan mengajak umat untuk memaknai peran masjid lebih dari sekedar tempat ibadah ritual.

Menurut JK bahwa masjid sejatinya memiliki peran lebih dan sentral di masyarakat. “Masjid itu tempat menyelesaikan masalah masyarakat karena masjid berada di tengah-tengah masyarakat. Masjid lebih menyatukan,” kata JK.

Secara khusus, masjid memiliki peran pemersatu umat yang tidak dimiliki oleh rumah ibadah umat lain. Masjid itu, menurut JK, hanya memiliki satu waktu ibadah yang sama bagi umatnya.
“Di masjid pasti satu waktu beribadah. Misalnya Jumatan. Waktunya akan sama yakni sekitar jam 12 saja,” tutur JK.

Lebih lanjut, Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI ini menekankan kembali semboyan organisasi yang dipimpinnya itu yakni masjid bukan hanya perlu dimakmurkan tetapi harus juga memakmurkan masyarakat.
“Jangan masjid itu indah tapi daerah sekitarnya kumuh ,” papar JK.

Ceritanya, dia pernah lihat sebuah masjid yang kotak amalnya digembok dirantai. Menurutnya, sebuah dakwah masjid dianggap berhasil jika masjid itu terbuka dan tak akan ada yang mau mencuri peralatan masjidnya.

Dalam rangka upayanya mewujudkan semangat ‘dimakmurkan dan dimakmurkan masjid,’ JK menilai bahwa dakwah itu harus diatur materinya. Jadi dakwah akan lebih memiliki dampak yang mengena dan teratur perkembangannya. JK memimpikan masjid -masjid di Indonesia harus jadi semacam supermarket layanan seperti ekonomi, pendidikan, kebersihan dan kesehatan.

Baru-baru ini, JK bersemangat untuk meng-install cabang bank syariah di masjid-masjid di Indonesia. Selanjutnya, JK menyatakan kalau suksesnya dakwah sebuah masjid bisa diukur dengan interaksi dengan jamaahnya bagus atau tidak.
“50 persen lebih jamaah masjid di Indonesia tidak bisa mendengar khotbah karena penataan akustiknya yang tidak bagus,” papar JK.

Saat ini, DMI sedang menjalankan perbaikan 50 ribu sound system masjid di seluruh Indonesia. JK nyatakan bahwa sebaik-baiknya dai kalau sound systemnya jelek, maka dakwahnya akan kurang nilainya.
“Sayang sekali kalau dainya sudah bagus, tapi jamaahnya ngantuk semuanya,” jelas JK di hadapan 1200-an peserta pembukaan Muswil tersebut.

Selain itu, program kerja DMI yang saat ini sedang berjalan adalah pengadaan 100 mobil pelayanan perbaikan masjid untuk seluruh daerah Indonesia. Provinsi Jawa Barat sendiri mendapat jatah 10 karena memang jumlah masjidnya paling banyak dibanding provinsi lainnya.

Selain program ini, dibwah arahan JK, DMI kini juga menyelenggarakan pelatihan bagi teknisi-teknisi masjid untuk lebih ahli dalam mengatur tata suara masjid sehingga manfaat dakwah makin nyata bagi masyarakat. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved