Jangan Salahkan Terbatasnya Lahan Pertanian INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Jangan Salahkan Terbatasnya Lahan Pertanian

Jangan Salahkan Terbatasnya Lahan Pertanian

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 19 November 2013 | 12.57

Jusuf Kalla dalam seminar internasional yang bertema Innovation Research for Science, Technology and Culture di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspitek Serpong [HA] 
SERPONG - INDEPNEWS.Com : Masalah utama yang melanda bangsa-bangsa saat ini ada dua, yakni pangan dan energi. Namun masalah itu bukan berarti tidak bisa diatasi. Hal ini diungkapkan oleh Jusuf Kalla dalam seminar internasional yang bertema Innovation Research for Science, Technology and Culture di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspitek Serpong (19/11).

“Salah satu problem utama dunia adalah food dan energy,” ujar JK di depan sekitar 400 orang peneliti dan akademisi yang hadir di acara seminar tersebut.

JK, panggilan akrab Jusuf Kalla, mengatakan bahwa saat ini masalah pangan juga melanda Indonesia. Untuk itu pemerintah banyak mengimpor bahan pangan, salah satunya beras. JK menegaskan, jangan menyalahkan terbatasnya lahan pertanian atas kurangnya produksi beras.

Menurut Ketua Palang Merah Indonesia ini, teknologi bisa menjawab permasalahan tersebut asalkan dilaksanakan dengan serius dan sungguh-sungguh.

“Jangan menyalahkan terbatasnya lahan pertanian, tapi kita harus memanfaatkan teknologi, saya yakin pasti bisa,” ujarnya yang disambut tepuk tangan oleh peserta seminar.

Terkait impor beras, JK mencontohkan pada tahun 2008 Indonesia bisa berhenti impor beras. Saat itu JK yang masih menjabat sebagai Wapres memerintahkan secara tegas agar menggenjot produksi beras dan berhenti untuk impor.

Waktu itu JK menunjukkan kemarahannya di kantor Kementerian Pertanian (waktu itu masih bernama Departemen Pertanian). JK katakan bahwa tak ada kantor Departemen Pertanian yang sebesar itu di dunia. Jika tidak swasembada, maka kantor akan dijual untuk beli bibit di seluruh Indonesia. Indonesia pun terbukti swasembada pada 2008 lalu.

Sementara tentang banyaknya ‘aksi’ impor yang dilakukan pemerintah saat ini, JK menyayangkan mengapa Indonesia justru kembali impor beras.

“Tahun 2008 kita berhenti impor beras, saya intruksikan agar kita genjot produksi dan itu berhasil,” pungkas JK. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved