Habib Rizieq: Jokowi Nyapres, Preseden Buruk INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Habib Rizieq: Jokowi Nyapres, Preseden Buruk

Habib Rizieq: Jokowi Nyapres, Preseden Buruk

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 10 November 2013 | 16.34

Ketua FPI Habib Rizieq ketika menjadi pembicara di Masjid Mujahidin Banyuanyar Solo, Minggu (10/11) 
(Foto: Zaenal Huda)

SOLO - INDEPNEWS.Com : Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menegaskan, jika Gubernur Joko Widodo (Jokowi) akan maju sebagai Presiden dalam Pemilu 2014 nanti, maka akan menjadi preseden buruk bagi kita semua.

“Kalau Jokowi nyapres, maka akan menjadi preseden buruk. Karena justru akan semakin banyak meninggalkan persoalan baru sehingga akan menjadi tidak proporsional. Maka pekerjaan rumah yang ditinggalkan Jokowi pun akan semakin banyak. Padahal kalau digantikan Ahok, wah belum tentu dia bisa,” tandas Habib Rizieq usai Takbir Akbar di Solo, Minggu (10/11) siang tadi.

Habib Rizieq juga mengatakan, sebaiknya Jokowi tidak usah maju menjadi Presiden. Selesaikan dulu pekerjaannya menjadi Gubernur DKI sampai tuntas dan baik. Jangan jabatan Gubernur DKI ini menjadi batu loncatan dia untuk jabatan selanjutnya.

“Saya sebagai warga DKI Jakarta sangat rugi, karena dia akan banyak meninggalkan pekerjaan. Maka sebaiknya Jokowi dipertahankan dulu menjadi Gubernur DKI. Maka saya sangat berharap kepada Ibu Mega, agar Jokowi tetap pada posisinya sebagai Gubernur DKI sampai masa jabatannya selesai nanti,” tandasnya.

Disinggung soal kualitas Wagub DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Habib Rizieq mengatakan, kita semua sudah tahu bagaimana kualitas Ahok saat memimpin Bangka Belitung. Maka dengan tegas dirinya menolak jika Ahok menggantikan Jokowi menjadi Gubernur.

Dibagian lain, Habib Rizieq juga menyoroti anjloknya respon masyarakat terhadap parpol Islam atas survei delapan lembaga survei nasional. Kendati demikian, dirinya menghimbau, masyarakat tidak perlu terlalu mempercayai hasil survei tersebut. “Karena survei kan angka-angka, jadi gak bisa jadi ukuran.”

Tapi sungguh pun begitu lanjut dia, survei bisa menjadi warning bagi partai-partai islam untuk introspeksi diri kenapa mereka terpuruk. Kenapa umat Islam sendiri jauh dari partai islam. Ini jadi ajang instrospeksi yang bagus sekali untuk ke depan, bahkan untuk enam bulan lagi ini mereka bisa memperbaiki diri.

Saya sendiri berharap bersama teman-teman di daerah, sebenarnya partai-partai Islam itu bersatu,  cukup menjadi satu partai saja. Kalau sulit diujudkan,  difusikan menjadi satu partai saja dengan aliran islam. Sehingga di DPR mereka bisa menjadi fraksi Islam. Karena kita berharap, bisa menyerap dan menyalurkan aspirasi umat islam.

“Kalau FPI ini kan organisasi independen, namun kami tetap mengarahkan anggota FPI untuk menyalurkan suaranya ke partai-partai Islam. Sifatnya arahan. Kita gak bisa memaksakan anggota. Karena pengurus FPI diberbagai daerah ada yang duduk di partai yang tidak berhaluan islam. Ada di PDIP, ada di Golkar maka kita tidak bisa memaksakan mereka untuk memilih partai tertentu” tandas Rizieq.

Namun kita tetap mengarahkan para anggota FPI untuk tetap memilih partai Islam. Karena dengan begitu bisa mengakomodir dan mengesahkan adanya UU Antimiras, Antiperjudian dll. (Nal)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved