Gunung Merapi Meletus Warga Lereng Merapi Ngungsi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Gunung Merapi Meletus Warga Lereng Merapi Ngungsi

Gunung Merapi Meletus Warga Lereng Merapi Ngungsi

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 17 November 2013 | 16.41

Terlihat lava pijar saat gunung Merapi meletus [Sumanto] 
KLATEN - INDEPNEWS.Com : Akibat aktivitas Gunung Merapi meningkat alias meletus, Senin (16/11), sekitar pukul 04.30 WIB, sempat membuat warga tiga Desa lereng Gunung setempat sempat mengungsi. Karena mereka khawatir dan was-was jika semburan lava fijar tejadi seperti letusan seblumnya.

Sepertinya dramatis, itulah kata singkat yang pantas untuk menggambarkan kondisi lereng Merapi saat gunung teraktif bergolak. Karena, dua dusun yang terletak di lereng Merapi Balerante dan Sidorejo nyaris menyentuh pemukiman. Hanya muhjizat Tuhan berupa angin yang menyelamatkan warga di dua desa tersebut.

"Hembusan abu fijar terbawa angin ke arah timur, sehingga wilayah Boyolali dan Surakarta terjadi hujuan abu, dan hujan abu tidak terjadi di wilayah kota Klaten.

Dari pantauan di Balerante, awan panas alias wedhus gembel sudah berada di atas Dusun Sambungrejo, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. Namun tiba-tiba angin menyapu dan membalikkan arah wedhus gembel tersebut.

"Awan fijar yang menggumpal tadi sudah melewati bukit tak jauh dari dua dukuh setempat, kalau saja tidak dihembus oleh angin yang cukup kencang arahnya tetap ke sini,’’ ujar Suwarno warga Sambungrejo dengan nafas tersengal karena habis berlari.

Kepanikan dari Sambungrejo memang terlihat. Karenanya, ratusan warga mulai dari anak-anak hingga kakek-kakek berlari sambil berteriak-teriak di sepanjang jalan kampung. Mereka berusaha menyelamatkan diri menuju Pos.

"Karena trauma terjadinya erupsi sebelumnya menyebabkan kacau mas, Gumpalan asap fijar besar yang saya lihat. Dan hal itulah yang menyebabkan warga pontang-panting," ungkapnya.

Kondisi yang sama juga dialami warga Deles, Desa Sidorejo. Sebab, setelah runtuhnya Geger Boyo, yakni kubah lava yang terbentuk tahun 1911, awan panas sekarang ini tak hanya keluar dari puncak Merapi.
"Luncuran awan fijar Senin pagi buta yang disusul getaran diduga gempa itu membuat warga kocar-kacir berhamburan keluar rumah, menuju Pos" ungkap  Giarto, warga Deles, Desa Sidorejo.
Kepanikan warga sedikit mereda tatkala mereka bisa menaiki truk evakuasi dan menyingkir  ke daerah yangh lebih aman.

Di sisi lain, sepanjang hari kemarin hingga semalam langit menjadi pekat. Menurut Bardiono, saat dia dalam perjalanan dari Sleman ke Klaten menuju Balerante hujan abu sudah mulai mengguyur.

"Keadaan dan kondiksi Gelap memang, hampir sepanjang jalan menuju ke sini dari arah Sleman diguyur abu, lha ini mobil saya penuh abu," kata di seraya menunjuk Daihatsu Taruna miliknya.

Kendati demikian, sejumlah warga mengaku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi dan mereka alami nantinya. Mereka seolah tidak terkejut melihat aktivitas Merapi yang sedang menebar ancaman tersebut. "Saya tidak ikut ngungsi Mas. Pemandangan seperti ini sudah sering saya lihat dan alami," kata Mbah Harjo dengan entengnya.

Camat Kemalang Bambang Haryoko mengatakan, melihat Gunung Merapi bergejolak, warga Desa Balerante, Sidorejo dan Tegal Mulyo yang berjkarak hanya 4 kilometer dari puncak Merapi menyingkir ke daerah yang aman dengan kendaraan sendiri.

Setelah keadaan benar-benar aman, sekitar pukul 06.00 WIB warga kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga dalam, kondisi siaga di sepanjang jalur evakuasi. Selama ini, warga sudah sering mendapatkan pelatihan siaga bencana.

"Beruntung, semua wilayah Kecamatan Kemalang steril dari hujan abu, sebab abu mengarah ke wilayah Boyolali," tambah Bambang Haryoko.

Sementara Kabid Pencegahan dan Kesiagaan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Joko Rukminto menyatakan, ia sangat salut dengan masyarakat, saat terjadi hembusan asap tebal setinggi 2km, mereka melakukan prosedur evakuasi yang sudah diajarkan.

"Ketika terjadi asap tebal, warga sudah berkumpul dan truk-truk milik warga sudah disiapkan di jalur evakuasi menghadap ke arah daerah arah bawah, ungkap Joko Rukminto. (Anto)


Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved