Pemkot Medan Belum Miliki Satgas Penanganan Banjir INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pemkot Medan Belum Miliki Satgas Penanganan Banjir

Pemkot Medan Belum Miliki Satgas Penanganan Banjir

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 17 Oktober 2013 | 07.44

Terlihat bencana banjir karena gorong-gorong yang terjadi di Kota Medan [Ali] 
MEDAN - INDEPNEWS.Com : Menyikapi bencana banjir yang terjadi di Kota Medan, Sabar Syamsuria Sitepu Wakil Ketua DPRD Kota Medan mendesak pihak Pemerintah Kota Medan untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan banjir gorong-gorong di Kota Medan. Menurutnya, selama ini belum ada sebuah tim khusus yang bertugas menangani langsung bila bencana banjir menyerang ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini seperti yang terjadi pada Selasa lalu (15/10/2013).

Seperti diketahui, akibat hujan deras mengguyur Kota Medan dalam beberapa hari ini mengakibatkan Sungai Babura dan Sungai Deli meluap. Luapan air kedua sungai besar yang melintasi Kota Medan ini mengakibatkan banjir melanda setidaknya tiga kecamatan yakni Medan Johor, Medan Polonia dan Medan Baru. Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Medan, sekitar 1.979 warga terpaksa mengungsi.

“Seharusnya dari sejak dulu Pemkot Medan memiliki satgas penanggulangan banjir khusus infrastruktur seperti gorong-gorong. Tim ini selayaknya berasal dari dinas-dinas terkait, masalah banjir seperti Dinas Bina Marga,” kata Sabar kepada wartawan, Rabu (16/10/2013).

Dinilainya, selama ini peran serta pihak dinas terkait tersebut dalam menangani banjir nyaris tidak ada. “Seperti di Dinas Bina Marga yang banyak memiliki pegawai honorer, namun hampir tidak ada kerjaan. Sebaiknya yang seperti ini difungsikan untuk satgas penanganan banjir di gorong-gorong sekaligus siaga di posko-posko banjir,” ujar Sabar.

Disisi lain, lanjut politisi Partai Golkar Kota Medan ini, Pemkot Medan dan DPRD Medan juga harus kembali mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam membuang sampah.

“Masalah banjir ini pastinya tidak terlepas dari masalah sampah yang menyumbat gorong-gorong. Masyarakat kita ajak bersama-sama mengatasi masalah sampah ini dengan tidak membuangnya secara sembarangan. Kalau perlu kita galakkan kembali semangat kebersamaan seperti pada masa Orde Baru lalu,” urai Sabar.

Terkait adanya rencana relokasi warga yang bermukim di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk program pembangunan Rusunawa, Sabar mengatakan rencana itu sangat baik. Seperti di Jakarta, dimana pemerintahnya memindahkan warga yang bermukim di sekitar waduk-waduk di bantaran sungai untuk menempati rumah susun.

Namun, tambahnya, program tersebut butuh waktu panjang. “Sementara ini yang perlu dilakukan yakni sosialisasi ke masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah yang jadi pemicu banjir. Bangkitkan kembali rasa kebersamaan ini demi Kota Medan,” katanya.

Saat meninjau banjir, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, banjir yang melanda Kota Medan ini merupakan banjir kiriman dari gunung sehingga Sungai Babura dan Sungai Deli meluap. Karenanya, pihak Pemkot Medan dan Balai Besar Sungai telah berkoordinasi untuk menormalisasi sungai.

Menurut Eldin, Pemkot Medan sudah memprogramkan pembangunan Rusunawa bagi warga di pinggiran sungai yang kerap menjadi korban banjir kiriman ini. “Namun kita terkendala dengan tak adanya keinginan warga untuk pindah ke Rusunawa. Perlu keikhlasan dari masyarakat untuk program ini,” kata Eldin. [Ali]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved