M Jusuf Kalla Bicara Pilpres 2014 INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » M Jusuf Kalla Bicara Pilpres 2014

M Jusuf Kalla Bicara Pilpres 2014

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 29 Oktober 2013 | 12.23

M Jusuf Kalla [HA] 
SEMARANG - INDEPNEWS.Com : Dalam kunjungannya ke Semarang (29/10/13), JK mengatakan bahwa pemilu 2014 adalah pemilu yang penuh dengan ketidakpastian akan tetapi lebih tenang. Pasalnya, menurut mantan Wakil Presiden (2004-2009) ini banyak partai yang belum jelas capresnya dan belum jelas partainya.

Menurut JK baru sekitar bulan Januari atau April 2014 ada kejelasan karena keduanya akan saling mencari. Politik di Indonesia yang dinamis biasanya mendekati bulan-bulan pemilu akan diketahui calon-calon presiden yang diusung partai.

"Pemilu 2014 seperti konser band, akan ada penyanyi mencari band, dan band mencari penyanyi," ujar JK.

Mendekati tahun 2014 semakin banyak survey capres bermunculan dan ini cukup membingungkan publik .JK juga menilai banyaknya hasil survei yang muncul justru akan dianggap masyarakat kurang berwibawa karena ditakutkan banyak ditunggangi kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Survei saat ini sepertinya kurang berwibawa dibanding tahun 2009 lalu misalnya," tegas JK.

Menanggapi tingginya elektabilitas Jokowi dalam berbagai survey, JK mengatakan hal itu tidak terlepas dari kinerja yang ditunjukan dalam membangun Jakarta. Akan tetapi pencapresan Jokowi tidak terlepas dari keputusan Partai, dalam hal ini PDI P.

"Itu tergantung PDIP, dan Saya pikir Ibu Mega akan sangat bijak dalam mengambil keputusan," ujar JK.

Dalam kunjungannya di Menara Suara Merdeka tersebut JK juga diminta tanggapannya tentang peluang capres lain seperti Prabowo misalnya. Ketika ditanya tentang kans Prabowo dalam pilpres 2014, JK menyatakan bahwa pilpres itu ada syaratnya, dan kans Prabowo ditentukan bagaimana ia mampu memenuhi syarat tersebut.

"Pilpres itu seperti shalat, ada syarat-syaratnya, kalau mau maju pilpres ya harus penuhi syarat," pungkas JK.

Berkaitan dengan menguatnya dukungan PKB mengalirnya dukungan PKB kepada JK, ini karena ideologi JK yang nasionalis religius. Lagi pula sejak dulu kiprah JK sebagai Islam moderat memang dekat dengan kalangan santri, kaum ulama baik NU maupun Muhammadiyah yang berakar dari pengaruh ayahnya Hadji Kalla.

JK adalah perintis NU dan pengurus NU di Sulawesi Selatan, sedangkan Hj. Athirah, ibu JK, adalah seorang aktifis Aisyiah. Jadi trend dukungan PKB bukan suatu kebetulan, tetapi sangat beralasan karena memiliki akar historis yang kuat. JK sendiri adalah seorang mantan aktifis HMI. Di situlah kekuatan modal politik JK, bisa diterima semua pihak.

Dengan kelompok non-Muslim pun JK juga sangat dekat. Lihat saja bagaimana JK mampu menyelesaikan konflik Poso dan Ambon. Konflik mampu diselesaikan JK karena kekuatan hubungan personalnya dengan umat kristiani. Dan hubungan hubungan tersebut terawat sampai saat ini. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved